Laporan GIFR 2018: Malaysia Puncaki Pasar Industri Syariah Global

0
417
Ekonomi Syariah (ilustrasi). (foto:ist)
Ekonomi Syariah (ilustrasi). (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Sebuah laporan terbaru dari Global Islamic Finance Report (GIFR) 2018 menyatakan industri keuangan Islam global tumbuh sebesar 6 persen dari tahun lalu atau dari 2,4 triliun dolar AS pada akhir tahun 2017.

Dalam GIFR 2018 yang akan resmi dirilis pada Forum Ekonomi Islam Astana bulan depan, tercatat tahun 2017 merupakan tahun keempat berturut-turut dimana industri mencatat pertumbuhan satu digit dan lima tahun berturut-turut dimana tingkat pertumbuhan telah mengalami tren menurun.

“Ini harus menjadi perhatian bagi para pemangku kepentingan di industri jasa keuangan Islam global tetapi tampaknya tidak ada yang tampaknya tertarik dalam memahami akar penyebab hilangnya momentum,” kata Kepala Editor GIFR Dr Sofiza Azmi,  dan CEO Edbiz Consulting, seperti dilansir dari Arabian Business, Minggu (17/06).

Dalam laporan GIFR 2018, terdapat Islamic Finance Country Index (IFCI) yang memuat data pertumbuhan keuangan syariah setiap negara. Pada laporan tersebut, Malaysia menempati posisi puncak sebagai negara yang mengalami pertumbuhan di segmen industri syariah secara global disusul Iran di peringkat kedua, lalu  Arab Saudi, UAE dan Kuwait yang menempati peringkat ketiga, keempat dan kelima.

Sementara Indonesia menempati peringkat keenam di IFCI, menggeser pakistan yang turn keperingkat ketujuh dari daftar tersebut.

Sementara itu Indeks Perbankan Syariah 2017 yang diterbitkan oleh Emirates Islamic Bank merilis ada peningkatan sebesar 7 persen dalam adopsi produk-produk Islam oleh para nasabah bank non-Muslim.

LEAVE A REPLY