Safe’i, Alumni Pesantren yang Sukses Berbisnis Kuliner di Arab Saudi

0
70
Restauran milik orang Indonesia yang letaknya tak jauh dari Masjidil Haram.
Restauran milik orang Indonesia di Arab Saudi yang letaknya tak jauh dari Masjidil Haram.

Hajiumrahnews – Dalam acara Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV yang tayang pada Jumat, 22 Juni 2018 menyajikan tema khusus, yaitu Sapa Santri. Sesuai dengan judulnya, yang menjadi topik pembicaraan adalah mantan seorang santri. Namun, kali ini fokus pembicaraan diarahkan pada mantan santri yang sukses berbisnis kuliner di Arab Saudi. Sayangnya, tak disebutkan asal santrinya dari mana.

Namanya adalah Mohammad Safe’i. Dia merupakan warga Garut yang mendirikan sebuah kedai makanan priangan khas Indonesia di Arab Saudi.

Seperti dituturkannya pada Kompas TV, Safe’i mulai hijrah ke Arab Saudi pada tahun 1997. Berbekal keinginan untuk beribadah, akhirnya Safe’i menetap di Mekkah hingga sekarang.

Safe'i, pemilik restauran Indonesia di Arab Saudi.
Safe’i, pemilik restauran Indonesia di Arab Saudi.

Saat ini Safe’i memiliki kedai makanan bernama Restaurant Priangan Indonesian Food & Catering yang menyajikan Sea Food, Nasi Campur, Sate, Soto Bakso dan Gado-gado.

“Saya waktu kerja di restoran berkeinginan, ya Allah saya pengen mengembangkan restoran seperti makanan Arab Saudi di Jakarta. Tapi setelah hijrah ke Mekkah tahun 2006 saya buka restoran Warung Sate Bandung,” ujar Safe’i.

Safe’i melanjutkan, “Setelah musim haji lantas ada restoran bakso Mang Udin di Marwah yang mau dibongkar.”

Akhirnya Safe’i menemui Mang Udin untuk melakukan kerja sama bisnis kuliner dengan nama Warung Bakso Mang Udin di Jeddah.

Rupanya, kondisi demikian tidak membuat Safe’i berpuas diri.

“Tahun 2007 saya buka restoran Priangan 1 sampai sekarang. Dan alhamdulillah tahun 2017 dapat tempat ini,” ujar Safe’i.

Tempat yang dimaksudkan Safe’i adalah Restaurant Priangan Indonesian Food & Catering seperti yang disebutkan di atas.

Menurut Safe’i, sebelum memutuskan untuk mengontrak tempat yang dipergunakan untuk restaurant tersebut dirinya harus shalat istikharah dulu.

“Saya istikharah. Alamatnya bagus, langsung saya kontrak setahun,” pungkasnya.

Sayangnya, pada papan nama yang terpampang di depan restaurant tak tertulis alamat lengkapnya sehingga sulit diketahui lebih jelas posisinya ada di mana. Namun, restaurant ini tak jauh dari Masjidil Haram seperti yang dituturkan oleh narator Sapa Santri. Karena jaraknya yang dekat dengan Masjidil Haram tersebut, banyak pengunjung yang menikmati sajian di restaurant ini, tak hanya warga Indonesia tapi juga dari negara lainnya.

Anda sedang haji atau umrah? Cobalah datang ke restaurant ini dan rasakan sensasi masakannya! (Eep)

 

LEAVE A REPLY