Muhammad Abdillah Noor Ridlo, Berdakwah untuk Menajamkan Mata Batin Kaum Muda

0
141
Kyai H. Muhammad Abdillah Noor Ridlo
Kyai H. Muhammad Abdillah Noor Ridlo

HAJIUMRAHNEWS – Aktivitas dakwahnya untuk menajamkan mata batin kalangan kaum muda dan terpelajar terus digalakkan. Tanpa kenal lelah, dari pagi hingga larut malam terus menanamkan kedewasaan intelektual, mulai dari kaum sarungan hingga lingkungan akademisi. Upaya itu dilakukannya untuk membuka cara pandang umat Islam agar lebih tajam dalam menyikapi berbagai peristiwa yang acapkali mengatasnamakan agama.

Itulah aktivitas keseharian yang dilakukan Muhammad Abdillah Noor Ridlo, kyai muda kelahiran Rembang, 13 September 1969. Selain membina umat lewat lembaga pendidikan dan pesantren yang didirikannya, Kyai Abdillah begitu sapaan akrabnya, juga mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Serang, Banten. Di luar itu, lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini juga kerap dipercaya menjadi pembimbing ibadah haji dan umrah oleh sejumlah biro travel.

“Hingga detik ini, banyak pihak masih menilai Islam sebagai agama yang mendukung bentuk-bentuk kekerasan. Sejatinya itu tidak benar. Sebab, Islam sebagaimana yang risalahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) merupakan rahmatan lil ‘alamiin,” ujar Kyai Abdillah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, maraknya pemberitaan negatif tentang Islam, tidak lain merupakan bentuk dari konspirasi musuh-musuh Islam untuk menjatuhkan agama samawi ini. Sehingga image Islam sebagai agama yang penuh kekerasan, teroris, dan intoleransi terus menancap dan menjadi persepsi dunia.

“Karena itu, sebagai generasi penerus umat harus bisa menghilangkan pandangan seperti itu. Dan kita, khususnya kaum muda dan terpelajar musti bisa menjawab persoalan itu dengan cara menunjukkan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam,” kata pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Birrul Walidain Serang, Banten ini.

Caranya, kata Kyai Abdillah, kaum muda muslim harus terus memperdalam keilmuan, mempertajam mata batinnya, meningkatkan kejeniusan spiritual dan kedewasaan intelektualnya. “Upaya inilah yang tengah saya lakukan bersama teman-teman lainnya mulai dari sekolahan, pesantren hingga perguruan tinggi,” katanya.

Niat dan upayanya itu tak lepas dari didikan orangtuanya sejak kecil. Lahir dan dibesarkan di lingkungan religius, membuat Kyai Abdillah kecil, kala itu memilih mondok di Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur. Usai nyantri, ia pun melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Sembari menimba ilmu di negeri Cleo Patra itu, di setiap masuk musim haji, ia kerap menjadi temus (tenaga musiman) di pelaksanaan haji. Pun di waktu luangnya, tak jarang diminta oleh beberapa biro perjalanan haji dan umrah untuk membantu jamaah.

Selepas lulus dari kuliah, suami dari Boti Murda’ah ini selain mendirikan pondok pesantren, ia juga mendirikan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Manna Wa Salwa, di Serang, Banten. Dan hingga kini, Kyai Abdillah juga kerap diminta sejumlah biro travel untuk mendampingi jamaah haji maupun umrah. Salah satunya adalah Gaido Travel.

Di setiap kesempatan, Kyai Abdillah tak henti-hentinya mengingatkan para generasi muda muslim agar tidak terlena dunia modern. “Perbanyaklah bergaul dengan para ulama untuk menajamkan mata batin, agar tidak silau dengan kehidupan modern dan bisa memberi kontribusi positif bagi umat,” kata kyai yang hobi beladiri ini. (oji)

LEAVE A REPLY