Ukuran Sukses Ramadan adalah Perubahan

0
40

15284718855b1aa14dd926a

Hajiumrahnews – Keberhasilan puasa seseorang itu tak bisa dilihat langsung saat itu. Namun, bisa dilihat usai Ramadan. Ketika akhlaknya semakin terjaga, ibadahnya makin meningkat dan amal kebaikannya semakin bertambah, berarti ibadah puasanya dikatakan berhasil.

Wakil Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arif mengatakan bahwa justru yang tak kalah pentingnya dari puasa adalah efek setelah Ramadan bagi orang yang berpuasa.

“Harus ada perubahan (yang lebih baik) setelah puasa,” jelasnya saat memberikan tausiah pada acara buka bersama di kediaman Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, Jalan Gajahmada, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Jumat (8/6).

Perubahan setelah Ramadan ini, katanya, justru menjadi ukuran sukses suatu puasa.

“Sehingga orang yang berpuasa penuh selama sebulan dengan tarawihnya sekalian, belum bisa dikatakan sukses jika setelah Ramadan tidak ada peningkatan, baik ibadah mahdlah maupun ibadah sosial,” ujar KH. Abdul Muqit Arif lebih lanjut.

Menurutnya, intinya ada peningkatan takwa.

“Dan orang yang takwa akan sukses dalam hidupnya. Sebab, konsep takwa adalah mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya,” ujar alumni Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Mandura tersebut.

Pak Kiai melanjutkan bahwa seorang politisi, dengan modal takwa, pasti tahu bagaimana cara bergaul dengan masyarakat, yang dari pergaulan itu bisa mendatangkan simpati.

“Kalau dia pemimpin rumah tangga, tentu juga paham bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Dalam kata takwa sudah diatur segala sesuatunya, bagaimana harus menjalani hidup,” urainya.

Pak Kiai menambahkan bahwa sebagian orang berpuasa memang hanya semata-mata untuk meraih pahala. Namun itu saja jelas tidak cukup tanpa menjadikan puasa sebagai ajang latihan untuk menjadi yang lebih baik.

“Karena inti puasa memang latihan menahan hawa nafsu. Hasil dari latihan itu bisa dilihat kemudian,” pungkasnya. (Eep)

 

LEAVE A REPLY