Sandi : Baznas DKI Kuatkan Gerakan Zakat Indonesia

0
32
Pertemuan Ketua Baznas Bambang Sudibyo dan Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (7/6).
Pertemuan Ketua Baznas Bambang Sudibyo dan Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (7/6).

HAJIUMRAHNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Pemerintah Provinsi DKI sepakat membentuk kembali badan zakat yang kini bernama Bazis DKI menjadi Baznas Provinsi DKI. Kehadiran Baznas DKI akan makin memperkuat gerakan zakat di Indonesia di bawah koordinasi Baznas.

Demikian kesepakatan bersama antara Ketua Baznas Bambang Sudibyo dan Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (7/6).

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Bazis DKI segera menyesuaikan diri dengan UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Beberapa hal penting yang harus disesuaikan dengan aturan tersebut adalah soal nama, mekanisme pemilihan komisioner dan transparansi penggunaan dana umat. “Pemprov DKI akan segera membentuk tim untuk melakukan sinkronisasi,” ujar Wagub Sandiaga.

Tim tersebut, kata Sandi, akan dipimpin oleh asisten Kesra Pemprov DKI. Wagub Sandi juga menegaskan, nama Bazis DKI akan segera disesuaikan dengan aturan.

Sesuai aturan, nama badan zakat pemerintah adalah Baznas yang diikuti dengan daerah. Namun mempertimbangkan sejarah Bazis DKI yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, maka besar kemungkinan nama ini masih akan dicantumkan di belakang Baznas.

“Kami juga komitmen untuk membuat laporan dua kali dalam satu tahun dan menjaga transparansi serta akuntabilitasnya. Laporan keuangan Baznas DKI (Bazis DKI) akan diaudit oleh kantor badan pemeriksa keuangan (BPK),” ujar Wagub Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, komitmennya agar Baznas DKI meraih predikat Wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam penggunaan keuangan serta mngedepankan manfaat bagi masyarakat DKI. Untuk mengelola dana APBD di Bazis DKI, maka akan dibentuk sekretariat yang berisi pegawai negeri sipil.

Bambang Sudibyo mengatakan, dengan masuknya Baznas DKI, maka Baznas sudah mengkordinaskan lembaga zakat milik pemerintah pada 34 provinsi, 418 kabupaten/kota dan 59 Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Menurut Bambang, tim transisi yang dibentuk oleh Pemrpov DKI akan bekerja selama tiga bulan sejak kesepatan tersebut. Setelah itu, Baznas dan Baznas DKI akan menggarap program kerja bersama yaitu membangun Rumah Sakit untuk para warga kurang mampu di Jakarta.

Saat ini Baznas mengkoordinasikan Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/kota dan 59 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi. (hai)

LEAVE A REPLY