Motor Listrik HANYA untuk Jamaah Lansia, Sakit dan penyandang Dissabilitas

0
41
banyaknya terjadi kecelakaan dalam penggunaan motor listrik, petugas Masjidil Haram akan perketat peraturan penggunaan. (foto:SG)
banyaknya terjadi kecelakaan dalam penggunaan motor listrik, petugas Masjidil Haram akan perketat peraturan penggunaan. (foto:SG)

HAJIUMRAHNEWS-Presidensi Umum Urusan dua Masjid Suci telah menerapkan peraturan ketat pada penggunaan motor listrik yang terdapat di lingkungan Masjdil Haram.

Kepala layanan transportasi di kepresidenan Saleh Howsawi mengatakan fasilitas motor listrik disediakan untuk membantu jamaah lansia, sakit dan penyandang dissabilitas selama Thawaf dan Sa’i.

“Tingkat kecelakaan yang disebabkan oleh motor listrik ini sudah tak terhitung. Anak-anak tidak pernah diizinkan untuk menggunakannya. Semua unit motor listrik  disediakan dan dioperasikan di bawah pengawasan kami. Kami memiliki tim yang terdiri dari 168 pengawas dan teknisi di Masjidil Haram. Kami mengawasi pergerakan dari ke 700 skuter, ”kata Howsawi seperti dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (06/06).

Howsawi menuturkan motor listrik juga memiliki batas pemakaian. Setiap unitnya akan mati setelah menempuh jarak 40 km, jarak yang cukup untuk melaksanakan sa’i.

“motor listrik ini dapat ditemukan di empat gerbang: Gerbang Al-Shabikah, Gerbang Jembatan Ajyad, Gerbang Tangga Al-Arqum dan Gerbang Al-Marwah. Kami juga mempekerjakan lebih dari 3.000 warga lokal yang siap membantu para pengguna dan menuntun mereka saat berada di Masjidil Haram,” papar Howsawi.

“Ada total 8.700 motor listrik yang ditempatkan di berbagai lokasi. Kami telah memasang tanda-tanda untuk memberi petunjuk lokasi kepada para peziarah. Kami juga mencetak kode QR pada setiap tanda sehingga peziarah dapat memindai kode dan diarahkan ke titik penjemputan skuter,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY