Tahun Ini NU Kembali Adakan “Mudik Bareng” Penuh Berkah

0
33
Beberapa orang terlihat sedang menukarkan tiket untuk mudik bareng.
Beberapa orang terlihat sedang menukarkan tiket untuk mudik bareng NU.

Hajiumrahnews – Atika Hartati datang dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan beserta putrinya yang masih berumur 3 tahun dan suami untuk melakukan penukaran tiket Mudik Berkah Bareng NU, Ahad (3/6) di Masjid An-Nahdlah PBNU Jakarta. Ibu muda ini hendak mudik ke Jatirokeh, Songgom, Brebes, Jawa Tengah.

Program mudik gratis bareng ini telah memasuki tahun ke-8 sejak 2010 lalu. Namun bagi Atika, kesempatan mudik gratis bareng NU tahun 2018 merupakan pengalaman pertamanya. Dia mengakui, sejak 11 tahun merantau ke Jakarta, baru pertama kali hendak pulang kampung.

“Ini saya baru pertama kali. Saya mendapat informasi dari teman saya ada program mudik gratis bersama NU. Lalu saya daftar lewat online, alhmadulillah tahun ini bisa pulang kampung,” ungkap Atika di sela-sela penukaran tiket.

Selama belasan tahun tersebut, Atika bersama suami berjualan produk-produk minuman ringan di Pasar Minggu. Pendapatannya yang tidak menentu membuat dia mengurungkan niat untuk pulang ke kampung halamannya tiap momen Lebaran tiba.

“Tadinya suami juga jadwal mudiknya menyusul, tetapi diputuskan bareng-bareng ikut mudik bersama NU,” ucapnya terlihat sumringah sambil memangku putrinya.

Atika merupakan salah seorang dari sekitar 3.000 peserta mudik yang merasakan berkah atas program digawangi Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU ini. Mereka mengikuti prosedur dengan tertib mulai dari registrasi online, pengisian formulir kode booking, kemudian mengantre, lalu menukarkan tiket ke para petugas dan panitia.

Aldi, warga Pasuruan yang sedang melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga salah seorang pemudik yang baru pertama kali mengikuti program mudik berkah bareng NU. Program ini sangat membantu dirinya untuk pulang kampung mengingat ongkos mudik tidak murah.

Berbeda dengan Atika dan Aldi yang baru pertama kali mudik bareng NU, warga NU asal Bangkalan, Madura bernama Khoiron sudah mengikuti program mudik ini selama delapan tahun. Itu artinya Khoiron sudah mengikuti mudik bareng NU sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2010.

Menurut Sekretaris Panitia Mudik Berkah Bareng NU, Ali Sobirin mengatakan, seperti tahun sebelumnya, mudik kali ini juga membagikan kaos kepada para peserta. Hal ini dilakukan agar seragam dan panitia mudah mengidentifikasi peserta mudik.

“Kaos mudik bareng NU ini wajib dipakai oleh semua peserta ketika ingin memasuki bus selain tiket resmi yang harus ditunjukkan,” jelas Ali Sobirin.

Panitia membagi petugas pelayanan tiket sesuai kota tujuan masing-masing ditambah satu pos yang digunakan sebagai pusat informasi bagi para peserta mudik untuk bertanya, melakukan pengaduan, mencocokkan data, dan lain-lain.

LTM PBNU tidak membatasi kriteria calon peserta mudik sehingga peserta yang terjaring terdiri dari berbagai latar belakang seperti pedagang, karyawan, buruh, sopir, driver ojek online, pelajar, mahasiswa, dan lain-lain. Tahun ini, LTM PBNU juga menjaring ratusan marbot masjid di Jakarta.

Program mudik berkah bareng NU ini dibuka pada 21-24 Mei 2018 lalu. Perdana, tahun ini pendaftaran mudik dilakukan secara online untuk memudahkan bagi para peserta mudik agar tidak perlu merepotkan diri menuju ke PBNU dan mengantre selama berjam-jam.

Pada mudik gratis tahun ini, panitia melayani tiga ribu pemudik dan ada penambahan unit bus, serta jangkauannya diluaskan hingga ke Sumatera, tepatnya ke Lampung yang meliputi Metro, Tulang Bawang, Kota Bumi, dan Mesuji.

Untuk trayek tujuan pemudik dilayani sampai ujung timur pulau Jawa, yaitu Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, Gresik, Sampang sampai Sumenep – Madura. Sementara ujung selatan sampai ke Kota Malang, Blitar, Mojokerto, Jombang, Gresik, Bojonegoro, Madiun, Tulung Agung dan Trenggalek.

Untuk Jawa Tengah meliputi Solo, Wonogiri, Magelang, Wonosobo, Yogya, Semarang, Demak, Kudus, Rembang, Purwokerto, Pekalongan, Tegal dan Brebes. Sedangkan wilayah Jawa Barat mulai dari Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Cilacap. (nuonline)

LEAVE A REPLY