Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Ancam Mogok Saat Lebaran

0
84
Ada Sekitar 1.300 pilot dan 5 ribu karyawan PT Garuda Indonesia yang akan terlibat aksi mogok . (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (SEKARGA) bersama Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyatakan bahwa ada sekitar 1.300 pilot dan 5.000 kru Garuda Indonesia akan melakukan aksi mogok kerja menjelang waktu lebaran tahun 2018.

“Saat ini PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan Perusahaan Publik sedang mengalami penurunan kinerja di berbagai lini. Bahwa penurunan Harga saham GIAA yang terjadi terus menerus sampai dengan penutupan hari kamis 31 Mei 2018 pada harga Rp 254 per lembar, dibandingkan pada saat IPO harga saham Rp. 750 per lembar,” tulis keterangan pers dari SEKARGA dan APG yang diterima hajiumrahnews.

“Kondisi ini sangat merugikan Perusahaan dan juga masyarakat luas, serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen diberbagai lini, dimana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja tersebut,” lanjut keterangan tersebut.

Adapun rencana mogok tersebut akan diberitahu ke Publik paling lambat 7 (tujuh)
hari sebelum mogok dilakukan. Sesuai dengan konferensi pers terakhir pada tanggal 2 mei
2018, disampaikan bahwa SEKARGA dan APG  tengah menunggu respon dari Pemerintah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja kedepan.

“Keputusan tersebut diambil karena kami sudah menghitung dan mempertimbangkan dengan sangat cermat bahwa jika keputusan mogok harus diambil, maka kegiatan tersebut pasti tidak bertepatan dengan momen krusial para konsumen,” paparnya.

Sementara itu, pada Kamis (31/05) lalu Ketua Umum SEKARGA Ahmad Irfan Nasution menuturksn salah satu alasan mogok kerja adalah tak adanya titik temu antara karyawan dan direksi Garuda saat mediasi dilakukan. Padahal mediasi diperlukan untuk membahas kerugian perusahaan hingga US$ 213,4 juta atau sekitar Rp 2,88 triliun pada 2017, yang diduga karena kegagalan direksi dalam mengelola perusahaan.

Menurut Ahmad ada tiga permasalahan internal yang berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. “Yaitu masalah operasional, keuangan, dan hubungan industrial,” ujarnya.

Untuk menjaga keselamatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, Sekarga meminta pemerintah merestrukturisasi jumlah direksi, yang saat ini delapan orang menjadi enam orang. Selain itu, Corporate Affairs Asosiasi Pilot Garuda Kapten Eric Ferdinand menjelaskan, pergantian direksi tersebut didasari anggapan karyawan terhadap beberapa orang Direktur Garuda yang tidak mengerti permasalahan perusahaan.

 

LEAVE A REPLY