Dualisme Asphurindo Berakhir, Kubu Syam Sepakati Bentuk Organisasi Baru

0
340
Ketua Umum Asphurindo versi Munaslub Bogor Syam Resfiadi (foto:hun)
Ketua Umum Asphurindo versi Munaslub Bogor Syam Resfiadi (foto:hun)

HAJIUMRAHNEWS-Polemik dualisme kepengurusan dalam tubuh Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo)  tak juga menemui titik terang.  Padahal sebelumnya langkah mediasi sudah dua kali ditempuh dengan melibatkan Kementerian Agama sebagai pihak mediator.

Tak ingin berlarut larut dalam polemik,  Ketua Umum Asphurindo versi Munas II Bogor Syam Resfiadi menyatakan bahwa pihaknya telah menyepakati untuk membentuk asosiasi baru bernama Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI).

Kesepakatan ini diambil saat Asphurindo di bawah pimpinannya menggelar rapat pleno dan buka puasa bersama para anggota pada Senin (28/05) di Aljazeera Restaurant, Polonia Jakarta Timur.

“Alhamdulillah pilihan untuk membuat organisasi baru disepakati oleh anggota Asphurindo dalam Rapat Pleno Asphurindo yang kita gelar ini. Peserta yang hadir sebanyak 84, dan itu artinya sudah memenuhi quota forum (quorum) 50+1 dari 120 travel PPIU yang tergabung sebagai anggota Asphurindo,” kata Syam kepada awak media setelah Rapat Pleno selesai.

Syam menjelaskan kesepakatan ini diambil atas beragam pertimbangan dan diskusi panjang bersama para anggota PPIU di Asphurindo. Salah atu pertimbangannya adalah karena para anggota Asphurindo di bawah kepemimpinannya mengalami kesulitasn dalam penerbitan visa.

“Organisasi baru itu idenya keluar karena adanya proses visa anggota Asphurindo yang memang jadi sulit karena nama Asphurindo ditolak oleh Kedutaan Arab Saudi dimana kami disuruh bersatu dulu, menyelesaikan dulu,” papar Syam.

Syam mengaku sebelumnya dia bersama keseluruhan 200 anggota nya telah mencari beragam cara penyelesaian terbaik termasuk menjajaki opsi untuk menggelar Munaslub dengan Asphurindo kubu Magnatis Chaidir.

“Namun ada kesulitan pada hal pembentukan kepanitiaan munaslub yang betul betul fair.  Akhirnya mayoritas dari anggota kami mengusulkan agar demi kebaikan bersama kita buatlah satu organisasi baru yang kredibel dan profesional. organisasi yang dibangun bersama-sama dan bersih dari pemahaman yang salah,” jelas Syam

Menurut Syam, persiapan penetapan dan pendeklarasian SAPUHI sudah cukup matang. Bahkan Syam megatakan Akta Pendirian SAPUHI sudah jadi, hanya saja belum ada surat pengesahan dari Kemenkumham karena perlu tanda tangan seluruh pengurus.

Lebih lanjut Syam mengakui tidak mudah membangun kembali kekuatan dengan nama baru ini, namun Syam berkeyakinan, apabila seluruh tim solid dan saling mendukung, kekuatan dan kebesaran SAPUHI akan segera terbangun.

“Kita bersyukur, para vendor mitra kami tetap memberi dukungan, meskipun nama baru yang nanti kami pakai. Yang terpenting bagi mereka adalah syarat dan ketentuan yang mereka berikan bisa kami penuhi,” tandasnya.

Setelah itu, asosiasi SAPUHI akan mengagendakan musyawarah nasional (Munas) perdana, yang waktunya diperkirakan selepas penyelenggaraan haji pada Agustus 2018.