KNKS Segera Rampungkan ‘Road Map’ Sektor Riil Syariah

0
117
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sekaligus Sekretaris KNKS Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa roadmap sektor riil syariah segera diluncurkan. (foto:ist)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sekaligus Sekretaris KNKS Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa roadmap sektor riil syariah segera diluncurkan. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Menjawab permintaan Presiden Joko Widodo tentang perlunya peningkatan industri maupun sektor riil halal atau syariah beberapa waktu lalu, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) saat ini tengah merampungkan roadmap (peta jalan) pengembangan sektor riil syariah di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan untuk bisa mendorong industri keuangan syariah tanah air, pengembangan sektor riil syariah sangatlah dibutuhkan.

“Tahun ini roadmap (peta jalan) selesai. Kita juga mendorong beberapa industri supaya jalan lebih cepat,” kata Bambang di Jakarta Senin (14/5).

Bambang menuturkan disusunnya roadmap ini juga merupakan amanah dari Presiden Jokowi yang menginginkan Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam sektor riil syariah.

Sekretaris KNKS mengaku sedang menyusun peta jalan tersebut. Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta posisi Indonesia bisa lebih kuat dalam sektor riil syariah. “Tadi saya katakan untuk pakaian muslim saja Indonesia posisinya masih nett importir. Jadi sekarang ini Indonesia lebih banyak dimanfaatkan sebagai market untuk produk halal dibandingkan jadi player besar,” papar Bambang yang juga menjabat Sekretaris KNKS.

Dengan sektor riil yang semakin berkembang, kata Bambang, maka akan diikuti dengan perkembangan sektor keuangan syariah. Ia mengatakan, perbankan syariah akan menjadi lebih besar jika permintaan dari industri syariah juga besar. Saat ini, pangsa pasar perbankan syariah adalah sebesar 5,8 persen dari total keseluruhan perbankan. Ia memproyeksikan, tahun ini angka itu bisa menembus level enam persen.

Sebelumnya, pada awal Februari 2018 lalu Presiden Jokowi pada Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah meminta agar Indonesia tak hanya menjadi pasar dalam industri keuangan syariah, melainkan turut aktif sebagai pemain dan mengembangkan industri sektor riil syariah.

Jokowi juga berpesan agar dalam pengembangan industri keuangan syariah harus betul-betul bermanfaat bagi hal-hal yang produktif, termasuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan, dalam rangka menekan angka ketimpangan.

LEAVE A REPLY