Saat Pelunasan, Jamaah dan TPHD Wajib Miliki Surat Istitha’ah Kesehatan

0
127
Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Aliya Fitra. (foto:ist)
Kasubdit Pendaftaran Haji Noer Aliya Fitra. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS–Kementerian Agama akan kembali membuka pelunasan BPIH tahap kedua, yakni pada 16-25 Mei mendatang. Sebelumnya, pada pelunasan tahap pertama masih menyisakan 15.044 kuota haji. Dalam pelunasan tahap kedua, jamaah haji tetap harus melengkapi dengan surat keterangan istitha’ah kesehatan seperti syarat pelunasan BPIH reguler tahap kesatu.

“Jamaah yang berhak masuk dalam kuota pelunasan tahap kedua sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 Tahun 2018,” kata Kasubdit Pendaftaraan Haji, Noer Aliya Fitra di Jakarta, Senin (14/5)

Sebelumnya, kata Nafit, sapaan akrabnya, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ahda Barori, telah mengirimkan surat edaran kepada BPKH, Kanwil Kemenag seluruh provinsi, dan pimpinan BPS BPIH. Pada surat nomor B-9040/DJ/Dt.II.II.1/KS.02/5/2018 tanggal 9 Mei 2018 dijelaskan bahwa jamaah yang melunasi tahap kedua merupakan hasil verifikasi dari Kemenag Kabupaten/Kota dan Kanwil Kemenag Provinsi. Komposisinya berasal dari jamaah yang gagal sistem, sudah pernah berhaji, penggabungan lansia, penggabungan suami istri atau anak terpisah, lansia dan pendamping, serta jemaah haji cadangan 5%.

Waktu pelunasannya diatur mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir 15.00 WIB, sedangkan untuk Indonesia Timur dan Indonesia Tengah mengacu pada Indonesia Barat. Tempat pembayarannya sesuai dengan tempat setor awal atau pada BPS BPIH pengganti dengam menujukkan bukti setoran awal BPIH lembar pertama.

Sebelum melakukan pelunasan, jamaah haji wajib melakukan pemeriksanaan kesehatan tahap kedua untuk menentukan status istitha’ah kesehata haji. Bagi jamaah yang tidak memenuhi istitha’ah kesehatan tidak dapat melakukan pelunasan BPIH.

Sedangkan khusus untuk TPHD dan jamaah haji cadangan wajib membuat surat pernyataan khusus. TPHD menandatangani Pakta Integritas dan surat pernyataan sebagai TPHD untuk membantu pelaksanaan tugas. Jemaah haji cadangan menandatangani surat pernyataan sebagai jamaah haji cadangan yang tidak menuntut untuk diberangkatkan pada tahun berjalan.

Untuk keberangkatan jamaah haji cadangan harus menunggu sisa kuota pelunasan tahap kedua atau menggantikan jamaah haji yang batal berangkat. Selain itu juga akan diurutkan kembali sesuai dengan urutan nomor porsi pendaftaran haji. (hai/*).

LEAVE A REPLY