Wapres JK: Indonesia Komitmen Berkontribusi Pada Perdamaian Dunia

0
116
Wapres Jusuf Kalla berfoto bersama peserta Pertemuan Trilateral Ulama, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (11/5) sore. (foto:ist)
Wapres Jusuf Kalla berfoto bersama peserta Pertemuan Trilateral Ulama, di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Jumat (11/5) sore. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Lebih dari itu, menurut JK sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar, Indonesia turut memikul tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian di negara-negara Islam.

“Umat Islam Indonesia yang merupakan suatu kesatuan tubuh dengan umat Islam negara lain ikut merasakan penderitaan kaum muslimin dan muslimat di belahan dunia lain akibat konflik dan peperangan,” kata Wapres saat menutup Pertemuan Trilateral (Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan) Ulama, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5) sore.

Karenanya, Wapres JK menekankan, bahwa Pemerintah dan rakyat Indonesia terus bahu membahu membantu perjuangan umat Islam di Palestina, Afghanistan, dan berbagai wilayah konflik lainnya.

Mengikuti Ulama

JK menjelaskan saat ini umat Islam hidup di masa di mana umat tidak dapat mendengarkan perintah nabi secara langsung. “Karena itu, maka umat Islam akan mendengarkan ulama karena alim ulama adalah warasatul anbiya, pewaris para nabi,” papar Wapres JK.

Dari konferensi trilateral ini,  ulama menyampaikan pesan perdamaian yang dinamakan Bogor Ulama Declaration for Peace yang berisi pandangan ulama dari tiga negara tentang perdamaian berdasarkan firman Allah dalam Al Quran dan hadits Rasul, yang telah dihasilkan dalam musyawarah sehari ini.

“Bogor Ulama Declaration for Peace ini sangat bermakna bagi seluruh umat Islam dalam upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Afghanistan,” tegas Wapres.

Namun Wapres mengingatkan, ke depan, upaya ini tidak boleh berhenti. Menurut Wapres, ulama tiga negara ini dapat menjadi motor penggerak bagi pertemuan ulama yang lebih luas.

“Proses perdamaian yang inklusif perlu segera dilakukan. Indonesia siap untuk berkontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan,” jelas Wapres seraya menambahkan, sudah merupakan niat dan harapan yang tulus dari ulama, pemerintah, dan rakyat Indonesia, untuk melihat perdamaian di Afghanistan, perdamaian yang telah lama dinanti-nantikan.

“Semoga dengan niat tulus ini Allah memberikan taufik-Nya kepada kita,” ucap Wapres Jusuf Kalla seraya menyampaikan harapannya agar seluruh pemangku kepentingan di Afghanistan tidak kehilangan harapan dan terus berupaya agar perdamaian itu dapat segera terwujud.

LEAVE A REPLY