Berakhirnya Riwayat Ponzi dalam Perjalanan Umrah

0
60
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Pusat, Arfi Hatim, dalam sosialisasi PMA No 8/2018 di Hotel Candi Indah Kota Semarang, Jumat (11/5/2018).  Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Biaya Umrah Minimal Rp 20 Juta, Tak Ada Lagi Sistem Ponzi, MLM atau Money Game, http://www.tribunnews.com/regional/2018/05/12/biaya-umrah-minimal-rp-20-juta-tak-ada-lagi-sistem-ponzi-mlm-atau-money-game?page=2. Editor: Dewi Agustina
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Pusat, Arfi Hatim, dalam sosialisasi PMA No 8/2018 di Hotel Candi Indah Kota Semarang, Jumat (11/5/2018).

Hajiumrahnews – Sistem ponzi adalah modus investasi yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

Sistem Ponzi dalam umrah menjadi kian populer di kalangan masyarakat, terutama dalam sepuluh tahun terakhir. Sehingga banyak travel umrah yang menggunakan sistem ini, bahkan hampir di kebanyakan travel dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang ada di Indonesia.

Dengan pola ini, Penyelenggara Umrah bisa menggunakan uang jamaah yang sudah masuk terlebih dahulu tanpa perlu memikirkan bagaimana menggantinya. Sebab, akan digantikan oleh uang dari jamaah yang baru daftar di kemudian hari.

Baca juga: Inilah Cara Pelimpahan Porsi Haji

Masalah ini akan muncul saat pihak penyelenggara sudah terlalu banyak menggunakan uang jamaah, di sisi lain tak banyak jamaah baru yang mendaftar di travelnya. Akhirnya, antara uang pemasukan dan pengeluaran tak seimbang. Di sinilah, pihak penyelenggara mengalami kolaps. Karena ia harus mengganti uang jamaah yang jumlahnya tidak sedikit, bisa milyaran bahkan triliunan rupiah yang sudah dipakainya. Puncaknya adalah peristiwa First Travel yang kemudian disusul travel-travel lainnya yang menggunakan sistem ponzi seperti Abu Tours, SBL (Solusi Balad Lumampah) dsb yang membawa pemiliknya pada jeruji penjara.

Namun, kisah kepahlawan ponzi dalam perjalanan umrah kini sudah pada ambang kehancuran. Riwayatnya perlahan-lahan akan berakhir. Sebab, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018 yang sudah efektif Maret kemarin. Menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Pusat, Arfi Hatim, PMA tersebut berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada calon jamaah umrah dan haji khusus yang diselenggarakan oleh pihak swasta atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

LEAVE A REPLY