Baznas Kembangkan Kampung Wisata Panahan di Depok

0
371
Pesserta Lomba memanah foto bersama usai acara pembukaan
Pesserta Lomba memanah foto bersama usai acara pembukaan
Pesserta Lomba memanah foto bersama usai acara pembukaan

HAJIUMRAHNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan sentra ekonomi kreatif Kampung Wisata Panahan di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat. Sebagai langkah awal untuk mempromosikan kampung wisata ini, Baznas menggelar lomba memanah bertajuk Jaeger Fest 2018 yang berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu, 12-13 Mei 2018.

“Kami menggelar lomba ini untuk masyarakat umum,” ujar Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Swandaru di Kampung Wisata Panahan Baznas, Depok, Sabtu (12/5) usai membuka secara resmi perlombaan.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Divisi Pendistribusian yang juga Direktur Baznas Tanggap Bencana (BTB), Ahmad Fikri; Kepala Bagian Sosial, Budi Setiawan dan amil senior Baznas, Gusri dan Deasy.

Menurut Randy, panitia melombakan teknik barebow dengan biaya registrasi Rp 150 ribu dan horsebow dengan infak pendaftaran Rp 200 ribu. “Mudah-mudahan ini semakin menggelorakan semangat berolah raga menyambut Asian Games 2018 yang sebentar lagi digelar di Jakarta dan Palembang. Apalagi memanah adalah salah satu jenis olah raga sunah karena dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW,” kata Randi.

Tahun lalu, kata Randi, Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp 160 juta untuk mendukung program pemberdayaan yang dikelola pengusaha usaha mikro mecil dan Menengah (UMKM) ini. “Sentra ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan binaan Baznas,” katanya.

Randi menambahkan, kegiatan ini merupakan program Baznas yang bertujuan mendorong sentra ekonomi kreatif menjadi lebih baik, maju dan berkembang. Kemudian, lanjut dia, mengubah masyarakat yang selama ini berstatus penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki). “Program ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka menyongsong kebangkitan zakat di negeri ini,” ujar dia.

Menurutnya, ini menjadi tantangan bagaimana merawat program yang sudah digulirkan agar berkelanjutan. Serta bisa memberikan manfaat optimal untuk kaum dhuafa.  Ia berharap, Kampung Wisata Panahan ini, dapat menjadi kawasan pembinaan mustahik yang dikelola secara profesional. Juga bisa menjadi destinasi wisata unggulan Baznas.

Selain panahan, imbub dia, di kampung ini juga dikembangkan sentra ekonomi kreatif lainnya. Seperti peternakan lele, pembinaan perajin sabun rumahan dan percetakan. “Para muzaki nanti bisa melihat bagaimana manfaat uang zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang telah mereka tunaikan untuk kepentingan umat,” ucap dia. (hai)

LEAVE A REPLY