Inilah Suasana Reading Habit di Pondok Modern Tazakka

0
157
Reading Habit yang berlangsung di Pondok Tazakka. (foto:ARM)
Reading Habit yang berlangsung di Pondok Tazakka. (foto:ARM)

HAJIUMRAHNEWS –Satu dari sekian kegiatan unik dan menarik yang ada di Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah adalah Reading Habit yakni miliu membaca. Di pesantren ini, santri dibiasakan dengan kegiatan yang diorientasikan untuk memupuk budaya atau miliu membaca. Pagi, siang, sore dan malam.

“Proses pendidikan budaya membaca dilakukan secara terintegrasi dengan tiga pendekatan: intra-kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler,” kata Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kyai Anang Masyhadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima hajiumrahnews.com pada Kamis (10/5).

Kyai Anang menjelaskan, di Pondok Tazakka, ada program Fathul Kutub yaitu program bedah kitab-kitab klasik (kitab kuning) yang diperuntukkan khusus untuk kelas V dan VI (II dan III Aliyah). Ratusan kitab di perpustakaan diturunkan, kemudian setiap santri dibentuk kelompok-kelompok terdiri dari tiga atau empat orang. Setiap hari setiap kelompok diberi soal antara empat sampai enam soal untuk dicarikan jawabannya dalam kitab-kitab tersebut. Kemudian, setiap santri merumuskan dan menuliskannya dalam bentuk paper dalam bahasa Arab atau Inggris.

“Kegiatan Fathul Kutub berlangsung selama lima hari. Didahului dengan seminar-seminar dan pengantar metodologi riset dengan menghadirkan para pakar dari perguruan tinggi terkemuka. Selama lima hari itulah santri di karantina secara ketat di dalam aula,” jelas Kyai Anang.

Menurutnya, selain menggunakan hardbook dikenalkan pula digital book dan e-book. Biasanya setiap santri membawa laptop yang telah diinstal sebelumnya oleh tim asatidz dengan program-program aplikasi Islamic Library Software.

Kemudian, Kyai Anang menambahkan, ada pula program wajib masuk perpustakaan. Setiap siang dan sore digilir per kelas untuk masuk perpustakaan dengan dibimbing oleh wali kelas dan musyrif perpustakaan. Di perpustakaan telah tersedia hardbook dan e-book di beberapa komputer yang telah disediakan perpustakaan.

Pemandangan Reading Habit di Pondok Tazakka
Pemandangan Reading Habit di Pondok Tazakka

Malam hari, setiap jam 20.00 – 21.30 WIB program muwajjah, yaitu program belajar bersama terbimbing bersama wali kelas. Berlangsung selama 4 malam dalam seminggu. Karena dua malam digunakan untuk latihan pidato dalam tiga bahasa: Arab, Inggris dan Indonesia.

“Anda yang datang pagi habis Subuh akan menjumpai di sana sini para santri yang memegang buku dan membaca. Ada yang di taman, mojok di bawah pohon, atau di tempat-tempat mana saja yang nyaman bagi dirinya untuk membaca. Biasanya antara jam 5.30 – 6.15 WIB, sebelum bel mandi pagi dan sarapan,” ungkapnya.

Sebelumnya, lanjut Kyai Anang, habis Subuh tepat biasanya dilanjutkan dengan tadarus Al-Quran atau program tahsin dan tahfidz. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian kosa kata atau idiom dalam bahasa Arab dan Inggris.

Sebulan sebelum ujian biasanya semua kegiatan ditutup, termasuk ekstra-kurikuler maupun olahraga. Karena semua santri harus fokus belajar menghadapi ujian. “Maka, Anda akan lihat di semua sudut pondok; pagi, siang, sore, malam, hingga ada pula yang bangun tengah malam untuk tahajud dan dilanjutkan dengan membaca,” katanya.

“Bersyukur dan bersyukur, adem rasanya, nikmat dan mak nyess di hati melihat anak-anak usia remaja masih tekun belajar baca buku, telaah kitab, belajar bersama teman-temannya dan para guru dan wali kelas yang penyayang, wajahnya ceria sumringah, ini benar-benar pemandangan indah dan mungkin langka di zaman ini. Di Tazakka jelang ujian santri jalan ga bawa kitab atau buku itu jadi aneh,” imbuhnya.

Karena itu, tidak heran bila Kyai Anang menyebut para santrinya benar-benar anak-anak mahal di zaman ini. Biasanya barang mahal itu kualitasnya bagus atau barangnya langka. “Semoga anak-anakku termasuk kualitas bagus dan langka. Saat anak-anak kebanyakan seusia mereka masih sibuk dengan dunia hura-hura dan gadget, para santri bersibuk ria dengan mushaf Qurannya, kitab-kitab kuningnya, buku-buku modernnya dan juga tumpukan file e-book dalam digital library. Aku optimis mereka bisa diandalkan untuk mengisi dan bahkan memimpin bangsa ini di masa depan,” ucapnya berharap.

Setidaknya itulah sekelumit diantara reading habit yang dilakukan di pesantren. Semoga para santri dimudahkan Allah dalam menerima ilmu dan hidayah agar kelak menjadi pribadi yang shaleh dan bermanfaat untuk umat dan bangsa. Bagi yang penasaran, Kyai Anang pun mempersilahkan datang langsung ke pondok untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri. (hai)

LEAVE A REPLY