Baznas Bantu Legalisasi Nikah 201 Pasang Warga Siberut

0
166
Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Oktoweri bersama Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Baznas, Faisal Qosim Lc, saat menyerahkan bantuan program legalisasi pernikahan kepada 201 pasangan suami-istri yang tersebar di lima kecamatan di Kepulauan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akhir pekan lalu. (Foto: Istimewa/Baznas)
Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Oktoweri bersama Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Baznas, Faisal Qosim Lc, saat menyerahkan bantuan program legalisasi pernikahan kepada 201 pasangan suami-istri yang tersebar di lima kecamatan di Kepulauan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, akhir pekan lalu. (Foto: Istimewa/Baznas)

HAJIUMRAHNEWS – Setelah dibantu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Semen Padang, Pengadilan Agama Kelas I A Padang, akhirnya melegalkan pernikahan 201 pasangan suami-istri. Ke-201 pasangan yang sebelumnya menikah secara siri itu tersebar di lima kecamatan di Kepulauan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan rombongan yang dipimpin Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Oktoweri bersama Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Baznas, Faisal Qosim, Kepala Divisi Monitor dan Evaluasi (Monev) Baznas, Efri Syamsul Bahri, ke Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumbar, akhir pekan lalu.

“Alhamdulillah acara berlangsung sukses setelah perjalanan laut dengan kapal selama 10 jam,” ujar Faisal Qosim, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Baznas yang diterima hajiumrahnews.com, Selasa (1/5).

Faisal menyampaikan bahwa legalitas pernikahan itu, dibuktikan dengan pemberian buku nikah oleh Kemenag Kepulauan Mentawai, setelah ratusan pasangan tersebut menjalani sidang itsbat nikah terpadu 2018 yang digelar UPZ Baznas Semen Padang pada 26-27 April 2018 lalu.

Tak hanya buku nikah, lanjut Faisal, bahkan ratusan pasangan suami-istri di “Tanah Sikerei” itu juga diberikan KTP-el, kartu keluarga dan akte lelahiran, karena sidang itsbat nikah terpadu itu juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala Kemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai Masdan mengatakan, dengan sidang istbat nikah ini, maka anak-anak dari pasangan suami-istri yang sebelumnya menikah secara siri, kini bukan lagi menjadi anak seorang ibu, tapi juga menjadi anak seorang ayah.

“Kemarin anak-anak mereka adalah anak seorang ibu, karena buku nikah orang tuanya gak ada. Sekarang sudah menjadi anak seorang ayah,” kata Masdan di sela-sela sidang itsbat nikah massal terpadu 2018 yang digelar di Masjid Alfalah, Jalan Raya Sikabaluan-Pokai, Siberut Utara.

Sidang itsbat nikah massal itu sendiri dibuka Rabu malam oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Sumatera Barat, Hasan Basri. Sidang itsbat yang digelar sejak Kamis pagi itu, dilakukan karena di Kepulauan Mentawai banyak mualaf maupun umat Islam yang menikah secara siri, dan mereka pada umumnya merupakan keluarga dari kaum dhuafa yang butuh perhatian serius dari berbagai pihak.

Oleh sebab itu, sebagai Ketua Kemenag Kabupaten Kepulauan Mentawai, Masdan pun sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama UPZ Baznas Semen Padang sebagai donatur sidang itsbat nikah. Sebab, tanpa ada bantuan dari lembaga pengumpul zakat karyawan PT Semen Padang itu, maka belum tentu pernikahan ratusan pasangan kaum dhuafa tersebut bisa dilegalkan Pengadilan Agama Kelas I A Padang.

“Kami berterima kasih kepada UPZ Baznas Semen Padang. Berkat support anggaran dari UPZ, pasangan peserta sidang itsbat ini bisa mendapatkan buku nikah. Namun yang paling penting bagi kami adalah, anak-anak dari pasangan tersebut terselamatkan. Bahkan, mereka pun bisa memenuhi syarat untuk melamar jadi TNI, Polri, maupun pekerjaan lainnya, karena mereka sudah punya KTP,” ujar dia.

Selama ini, sambung Masdan, mereka kesulitan melamar pekerjaan. “Apalagi untuk mendaftar sebagai calon TNI maupun Polri. Sebab, mereka tidak memenuhi syarat seperti tidak adanya KTP-el, KK dan akte kelahiran. Sekarang, syarat-syarat itu sudah ada dan bisa mereka gunakan sebagaimana mestinya,” tutur Masdan.

Masdan menuturkan, beberapa faktor yang menyebabkan kenapa masyarakat tersebut menikah secara siri. Di antaranya, kebiasaan, dan tingginya biaya transportasi dari tempat tinggal mereka ke kantor KUA, serta kurangnya pemahaman bahwa menikah yang diakui pemerintah itu sangat penting. “Tak adanya Pengadilan Agama di Kepulauan Mentawai juga menjadi penyebab pernikahan siri marak terjadi di Mentawai,” kata dia.

Saat ini, sebut Masdan, selain di Sikabaluan, juga ada sekitar 300 pasangan suami-istri yang status pernikahannya tidak sah di mata hukum, meski secara agama pernikahan meraka dinyatakan sah sebagai pasangan suami-istri. Sekitar 300 pasangan itu tersebar di Pulau Sipora dan Pulau Sikakap.

Untuk itu, Kemenag Kepulauan Mentawai akan terus berupaya melakukan sidang itsbat nikah. Bahkan, ia pun menargetkan di tahun ini semua umat muslim maupun mualaf di Mentawai yang sebelumnya telah menikah siri, akan diberikan kesempatan untuk menjalani sidang itsbat nikah.

“Target kami tahun ini semuanya tuntas, karena niat kami ini di-support UPZ Semen Padang. Insya Allah target tersebut dapat terwujud tahun ini,” ucap dia sembari menyebut bahwa sidang ini merupakan kali kedua diadakan setelah 2017 lalu, juga digelar di Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan.

Sementara Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Barat, Hasan Basri Harahap menegaskan, sidang itsbat nikah di Siberut Utara ini, sangat membantu masyarakat. Sebab, masing-masing pasangan suami-istri yang sebelumnya menikah secara siri, diberikan kemudahan dalam mendapatkan identitas dirinya sebagai warga negara Indonesia setelah mereka mengikuti sidang itsbat terpadu.

“Kalau saja tidak ada sidang itsbat nikah terpadu ini, tentu mereka akan mengurus buku nikah, akte kelahiran dan catan sipil dengan sendiri-sendiri, dan tentunya juga akan akan memakan biaya transportasi yang cukup besar dan waktu yang begitu lama,” kata dia.

Oleh sebab itu, sambung Hasan, pihaknya mengapresiasi PT Semen Padang, khususnya lembaga pengumpul zakat (UPZ Baznas Semen Padang) karyawan perusahaan terbesar di Sumatara Barat ini. Sebab, berkat bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Siberut Utara melalui Pengadilan Agama Kelas I A Padang dan Kemenag Mentawai, ratusan masyarakat yang sebelumnya merasa terimarjinalkan, akhirnya bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara Indonesia.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan UPZ Baznas Semen Padang. Sebab, UPZ tak hanya menanggung biaya yang dikeluarkan dalam sidang itsbat nikah massal terpadu ini, tapi juga menanggung seluruh biaya transportasi peserta sidang itsbat, termasuk biaya makan selama sidang berlangsung,” ucap dia.

Ketua UPZ Baznas Semen Padang Oktoweri mengatakan, untuk mendukung sidang itsbat nikah terpadu 2018 ini, UPZ Baznas Semen Padang menganggarkan dana sebesar Rp 552 juta lebih yang berasal dari zakat karyawan PT Semen Padang.

Dana setengah miliar lebih itu, sebut Oktoweri, tidak hanya untuk sidang itsbat nikah di Sikabaluan Pulau Siberut, tapi juga untuk sidang itsbat di Pulau Sikakap dan Pulau Sipora yang rencananya akan diselenggarakan setelah Idul Fitri mendatang. “Kami mendukung program sidang itsbat nikah ini, karena juga bagian dari program Syiar Agama Islam di Kepulauan Mentawai, dan pasangan suami-istri yang mengikuti sidang itsbat nikah ini juga tergolong dari asnaf yang delapan yang teridiri dari mualaf dan miskin,” kata Oktoweri.

Bantuan 20 Motor

Selain mendukung seluruh rangkaian acara sidang itsbat nikah terpadu 2018, di kesempatan yang sama, UPZ Baznas Semen Padang juga menyalurkan bantuan 20 unit sepeda motor untuk dai binaan UPZ yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Bantuan sepeda motor jenis trail tersebut diserahkan langsung oleh Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Oktoweri, dan diterima secara simbolis oleh Ketua MUI Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Antoni Busri yang juga Kepala Koordinasi dai binaan UPZ Baznas Semen Padang di Sikabaluan.

Antoni Busri menyebut bahwa sepeda motor trail ini sangat bermanfaat bagi dai, terutama untuk melewati medan jalan yang berat, karena di Mentawai kondisi jalan sangat parah dan sulit dilalui oleh sepeda motor, kecuali jenis trail.  “Kami berterimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang. Lembaga pengumpul zakat karyawan PT Semen Padang itu tak hanya memberikan binaan, tapi juga men-support seluruh kegiatan syiar agama Islam yang kami lakukan di Mentawai. Pemberian sepeda motor ini merupakan salah satu dari dukungan UPZ untuk kami,” ujar dia. (hai)

LEAVE A REPLY