Benahi Penyelenggaraan Umrah, Kemenag Moratorium Izin PPIU

0
63
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali. (foto:ist)
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Keputusan Menteri Agama (KMA) KMA Nomor 229 Tahun 2018 tentang Moratorium Pemberian Izin Baru Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umrah telah ditandatangani oleh  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Nizar Ali belum lama ini. KMA yang mulai berlaku sejak Jumat (27/04) ini mengatur pemberhentian sementara (moratorium) perizinan Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) baru.

Dirjen PHU Nizar Ali menuturkan alasan terbitnya KMA Nomor 229 tersebut adalah demi pembenahan dan penataan biro travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“KMA 229 Tahun 2018 diterbitkan dengan mempertimbangkan perlunya pemerintah menjamin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan untuk pembenahan atau penataan PPIU,” kata Nizar di Jakarta, Senin (30/4).

“Nanti setelah semua PPIU sudah tertata dengan baik dan mereka memberikan pelayanan sudah sesuai dengan SPM, pemberian izin baru bagig PPIU dapat dibuka kembali,” lanjutnya.

Menurut Nizar, Kebijakan moratorium izin PPIU ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Pasal 34 tentang pengendalian operasional PPIU.

“PMA Nomor 8 Tahun 2018 memerintahkan kepada Direktur Jenderal PHU melaksanakan tugas pengendalian terhadap operasional penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di tanah air, negara transit, dan Arab Saudi. Dan moratorium merupakan salah satu langkah pengendalian yang diamanatkan di PMA,” tutur Nizar.

Sementara itu,  Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M Arfi Hatim menekankan pada peningkatan kualitas pengawasan PPIU melalui aplikasi yang akan segera diluncurkan.

“Peluncuran SIPATUH bertujuan agar semuat PPIU yang ada sekarang dapat diawasi secara menyeluruh. Aplikasi ini mempermudah pemgawasan sejak mulai jemaah mendaftar sampai pulang umrah. Tentu pelaksanaannya dengan melibatkan beberapa stakeholder terkait dan masyarakat terlibat secara langsung,” pungkas Arfi

LEAVE A REPLY