Qatar Charity Kunjungi Sekolah Cendekia Baznas

0
242
Anggota Bazns,Nana Mintarti, (kiri) menyerahkan cindera mata kepada perwakilan Qatar Charity yang didampingi Country Director Qatar Charity Indonesia (QCI), Karam Zainhom (kanan), di Sekolah Cendekia Baznas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/4. Qatar Charity memuji prestasi yang diraih SCB. (Foto: Ist/baznas)
Anggota Bazns,Nana Mintarti, (kiri) menyerahkan cindera mata kepada perwakilan Qatar Charity yang didampingi Country Director Qatar Charity Indonesia (QCI), Karam Zainhom (kanan), di Sekolah Cendekia Baznas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/4. Qatar Charity memuji prestasi yang diraih SCB. (Foto: Ist/baznas)

HAJIUMRAHNEWS – Qatar Charity mengapresiasi perkembangan dan kemajuan Sekolah Cendekia Baznas (SCB). Hal itu terkait penerapan sistem edukasi formal Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan beragam prestasi yang diraih para siswa-siswinya.

“Alhamdulillah, Sekolah Cendekia Baznas mendapat apresiasi dari Qatar Charity. Kita berharap prestasi-prestasi yang dicapai oleh para siswa-siswi SMP Cendekia Baznas semakin meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk berzakat ke Baznas,” ujar anggota Baznas, Nana Mintarti, dalam sambutannya dihadapan delegasi Qatar Charity Foundation ke Sekolah Cendekia Baznas, Ahbaabullah Center, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/4)

Hadir juga mantan Ketua Umum Baznas, KH. Didin Hafidhuddin; Direktur Pendistribusian Baznas, Mohd. Nasir Tajang; dan Kepala Lembaga Beasiswa Baznas, Sri Nurhidayah.

Rombongan yang dipimpin Country Director Qatar Charity Indonesia (QCI), Karam Zeinhom Hassan Aly ini, membawa 6 pejabat QCI serta 10 delegasi yang langsung terbang dari Doha, Qatar. Selain meninjau SCB di kompleks Ahbaabullah Center, juga memberikan bantuan sebanyak 190 boks sembako untuk warga dhuafa sekitar sekolah dan 285 paket pendidikan untuk siswa SCB dan sekitar sekolah.

Nana mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan anak-anak didik SCB meraih juara pada beragam turnamen dan kompetisi lokal dan nasional. Nana pun menyampaikan terima kasih kepada QCI, seraya berharap kerja sama para pihak semakin meningkat, sehingga bisa mengubah banyak mustahik menjadi muzaki.

Nana menjelaskan SCB merupakan sekolah gratis berasrama yang dikhususkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia.  “Sekolah berdiri atas dukungan para muhsinin Qatar Charity Indonesia yang telah mendirikan bangunan megah di sini, Yayasan Siti Hajar Sidja’i sebagai wakif, dan Badan Amil Zakat Nasional mendukung dalam hal operasional sekolah,” kata Nana.

Terhitung sejak tahun ajaran 2017/2018,  yakni Juli 2017 sampai April 2018, tercatat sebanyak 95 penerima manfaat langsung (putra 65 dan putri 30) dan 3.043 penerima manfaat tidak langsung. Penerima manfaat tidak langsung ini adalah aktivitas SCB bersama masyarakat sekitar, di antaranya pelatihan guru bulanan, pengobatan gratis, beasiswa bagi masyarakat sekitar, training motivasi bagi siswa, agroeduecowisata, pengolahan limbah sampah dan program lainnya.

“Sekolah berupaya tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik saja namun sekolah berkomitmen untuk memberikan kebermanfaatan luas bagi lingkungan masyarakat sekitar sekolah yang biasa kami sebut School Social Responsibility,” ucap Nana.

Jajaran pengelola SCB foro bersama Direktur Qatar Charity
Jajaran pengelola SCB foro bersama Direktur Qatar Charity

Dia menjelaskan, kegiatan sekolah selain belajar-mengajar meliputi observasi kelas, aksi peduli lingkungan masjid, perpustakaan umum, English camp, kegiatan ilmiah, dan ekskul siswa berupa renang, panahan, pramuka, petangque, pencak silat, seni peran, marawis, saman, arumba. Sementara untuk Agroeduecowisata, lanjut Nana, merupakan sarana belajar bagi anak usia sekolah dasar untuk belajar tentang pertanian, perikanan, peternakan, perilaku hidup sehat dan bersih, serta entrepreneurship.

“Untuk melatih kemandirian, siswa diberikan sarana belajar Cendekia Entrepreneur Club dengan produk unggulan roti Maryam cendekia, cokelat, dan yoghurt,” ujar Nana.

Nana menambahkan, saat ini sekolah sedang mencoba menata dan melengkapi sarana-sarana ini. “Kami juga sedang berupaya mendirikan Gedung Kebangkitan Zakat sarana kami menggelorakan semangat berzakat,” kata dia.

Hingga saat ini, prestasi yang diraih SCB yang meliputi, 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu pada Pakubumi Open International Silat Championship 2, juara 3 Bintang Orator DPR, 16 besar turnamen Indonesia Petanque Open, finalis kompetisi esai nasional anak Indonesia oleh Good News From Indonesia.

SCB juga tercatat sebagai unggulan 15 besar Lomba Cerdas Cerdas IPS Nasional 2017; meraih 2 emas, 2 perak, 5 perunggu pada Jampang Silat Competition; juara 2 Puisi Islami Jabodetabek  2018, juara 1 Lomba Pramuka kategori Lomba Cerdas Tepat Putri se-Kabupaten Bogor, juara 1 Marawis SMANGOOD Fastival se-Kabupaten Bogor Tahun 2017.

“Kami yang diamanati untuk mengelola sekolah ini akan berusaha sebaik mungkin dalam pengelolaannya dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk kaum muslimin. Untuk itu kami akan berusaha agar sekolah ini berprestasi dan juga memberikan manfaat  untuk masyarakat lingkungan sekitar sekolah dan juga untuk pengembangan pendidikan di Indonesia,” ucap Nana.

Dalam kesempatan itu, Country Director QCI, Karam Zeinhom Hassan Aly, menyemangati para siswa-siswi SCB agar terus meningkatkan prestasi di berbagai tingkatan. “Kami berharap para siswa-siswi bisa semakin meningkatkan prestasi, sehingga sekolah ini bisa menjadi bagian dari sepuluh terbaik di Indonesia,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Direktur Pendistribusian Baznas, Mohd. Nasir Tajang, menjelaskan, para murid SCB berhasil membukukan prestasi di bidang olah raga, seni, pidato, pengetahuan umum dan sebagainya.

Nasir menyebutkan beberapa hal seperti, juara turnamen silat nasional di Yogyakarta dan Bandung, juara lomba orasi yang diselenggarakan Setjen DPR, lomba pramuka, karya tulis, lomba keagamaan, lomba akademik cepat tepat dan lain-lain.

Nasir memaparkan, bekerja sama dengan Baznas, pada tahun 2015, muhsinin (donatur) QCI membangun Komplek Ahbaabullah Center di Desa Cemplang, Kabupaten Bogor, di atas tanah wakaf  seluas 1,7 hektare dari Yayasan Siti Hajar Sudja’i. Baznas sebagai pengelola sekaligus menyalurkan zakat untuk pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa di SMP Cendekia Baznas, Ahbaabullah Center.

Saat ini jumlah siswa mencapai 95 orang dengan komposisi 65 putra dan 30 putri yang berasal dari beberapa daerah di Jawa, Sumatera Selatan, Kepulauan Meranti, Riau; dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

SMP Cendekia Baznas mengembangkan integrasi kurikulum sekolah dan asrama. Kurikulum boarding school, selain memperkuat program keagamaan, juga melatih keterampilan siswa seperti menjahit dan skill lainnya. “Partisipasi yang disumbangkan Qatar Charity sebagai organisasi internasional nonprofit dan nonpemerintah, sangat banyak dalam mewujudkan kemaslahatan masyarakat dan kemajuan dunia Islam di berbagai negara,” kata Nasir.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, lanjut dia, berkepentingan untuk mengembangkan kerja sama dengan berbagai organisasi dan lembaga internasional, baik yang  bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, keuangan, kemanusiaan dan kebudayaan.

“Kerja sama multilateral yang dibangun antarpemerintah maupun antarmasyarakat berperan dalam mendorong kemajuan bangsa karena dilakukan di atas prinsip kemanfaatan dan berkomitmen besar memberdayakan umat,” ucap Nasir. (hai)

LEAVE A REPLY