Puskeshaji Kemenkes dan MUI Rumuskan Istitha’ah Kesehatan Haji

0
320
Para narasumber dalam FGD Istithaah Haji yang digelar oleh Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dan Majelis Ulama Indonesia di Depok, Jumat (27/4)
Para narasumber dalam FGD Istithaah Haji yang digelar oleh Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dan Majelis Ulama Indonesia di Depok, Jumat (27/4)
Para narasumber dalam FGD Istithaah Haji yang digelar oleh Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dan Majelis Ulama Indonesia di Depok, Jumat (27/4)

HAJIUMRAHNEWS – Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Eka Jusup Singka, mengatakan istithaah kesehatan akan memberikan nilai positif bagi penyelenggaraan kesehatan haji di Indonesia. Untuk itu perlu dukungan fikih dari para ulama, khususnya dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya, kesehatan haji akan optimal apabila mendapat berbagai dukungan yang mempengaruhi terciptanya istitha’ah kesehatan haji bagi jamaah haji. Diantara dukungan itu adalah komitmen politik dalam mendukung kesehatan haji, terutama dari Kementerian Agama (Kemenag) sebagai koordinator penyelenggara haji.

“Karena itu, Komisi Fatma MUI dan Pusat Kesehatan Haji Kemenkes akan merumuskan diskripsi, kriteria, syarat dan berbagai hal yang berkaitan dengan istitha’ah kesehatan haji,” kata dr Eka dalam sambutannya pada acara pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Istitha’ah Kesehatan Haji, di Depok, Jumat (27/4) seperti dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Sabtu, (28/4).

“Alhamdulillah tahun ini, Kementerian Agama telah mengeluarkan edaran tentang pentingnya istitha’ah kesehatan bagi jamaah haji. Ini sebagai bukti bahwa Kementerian Agama memiliki komitmen yg baik terhadap kesehatan,” tegasnya.

Selain dukungan politik, kata dr Eka, adalah dukungan pengetahuan, sikap dan perilaku jamaah haji yang sesuai dengan kaidah kesehatan. Jamaah secara sadar selalu menggunakan alat pelindung diri untuk menjaga kesehatan, serta berperilaku hidup bersih dan sehat selama di Tanah Air guna mempersiapkan kesehatan diri sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Kapuskes Haji juga menyebutkan adanya dukungan masyarakat terhadap terselenggaranya pelaksanaan istitha’ah kesehatan haji. Serta adanya integrasi antara sistem kesehatan haji dengan sistem pelayanan umum. Integrasi ini akan memudahkan dan saling menguatkan optimalisasi pelayanan jemaah haji.

“Guna memastikan istitha’ah kesehatan jamaah haji, perlu melakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jamaah haji,” tegasnya.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, yang memimpin langsung FGD perumusan istitha’ah Kesehatan, safari wukuf dan badal melontar jumrah. “Pertemuan FGD kali ini merupakan kelanjutan FGD sebelumnya guna melakukan finalisasi, semoga kita dapat menuntaskannya,” ujarnya berharap. (hai)