Tazakka Resmi Menjadi Anggota Rabithah

0
323
Anggpta Rabithah Islamiyah foto bersama usai menggelar Sidang Pleno di Universitas Alexandria, pada Kamis (26/4). (anizar)
Anggpta Rabithah Islamiyah foto bersama usai menggelar Sidang Pleno di Universitas Alexandria, pada Kamis (26/4). (anizar)

HAJIUMRAHNEWS – Pondok Modern Tazakka resmi menjadi anggota Rabithah Al-Jami’at Al-Islamiyyah (The League of Islamic Universities). Sebuah organisasi persatuan atau liga perguruan tinggi Islam se-dunia. Keanggotaan Tazakka dikukuhkan pada Sidang Pleno Dewan Eksekutif dan diumumkan di hadapan Sidang Pleno Anggota Rabithah di Universitas Alexandria, pada Kamis, (26/4).

Demikian disampaikan Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Kyai Anizar Masyhadi dalam keterangan resminya yang diterima hajiumrahnews.com pada Jumat (27/4).

Menurut Anizar, sidang tersebut juga memilih dan menetapkan kembali kepemimpinan Rabithah untuk empat tahun ke depan, yaitu As-Syaikh Prof. Dr. Abdullah Abdul Muhsin At-Turki dari Riyadh sebagai Ketua Umum, dan Prof. Dr. Jafar Abdus-Salam dari Mesir sebagai Sekjen.

Dalam sambutannya, Sekjen Rabithah,  Prof. Dr. Jafar Abdus-Salam menyinggung bahwa anggota yang baru masuk ditetapkan melalui pertimbangan Dewan setelah mempertimbangkan peran, kontribusi dan komitmennya pada pengembangan pendidikan dan keilmuan di dunia Islam.

Sementara, Kyai Anizar Masyhadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Rabithah atas diterimanya Tazakka sebagai anggota baru. “Mewakili seluruh civitas akademika dan keluarga besar Tazakka, kami mengucapkan apresiasi yang tinggi, tentu ini adalah penghargaan untuk bangsa Indonesia seluruhnya, dan Indonesia sangat menyambut baik setiap upaya kerjasama untuk kemajuan pendidikan dan keilmuan bagi kesejahteraan umat manusia dimana pun berada,” ujarnya.

Pendiri Pondok Modern Tazakka, Kyai Anang Masyhadi usai menyerahkan cenderamata dan profil Tazakka kepada Sekjen Rabithah mengatakan, ini adalah suatu penghargaan tertinggi bagi Tazakka di usianya yang belia. “Karena Rabithah telah membukakan jendela kepada kami agar terhubung dengan sekitar 220 perguruan tinggi Islam di seluruh dunia yang memiliki reputasi akademik baik, dan bagi Tazakka tentu akan semakin memacu untuk terus berinovasi mengembangkan mutu keilmuan dan kelembagaan,” kata Kiai Anang.

kyaiKyai Anang menjelaskan, Rabithah yang bermarkaz di Al-Azhar Kairo saat ini beranggotakan sekitar 220 universitas dan institut Islam di seluruh dunia. Adapun delegasi dari Asia Tenggara yang hadir dalam sidang pleno tersebut antara lain: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang diwakili oleh Prof. Dr. Amani Burhanuddin Lubis, UNIDA Gontor, yang diwakili Dr. Hafidz Zaid Al-Kindi, PTIQ Jakarta, STAI Darunnajah Jakarta, International Islamic Universitas Malaysia, dan UNISA Brunei Darussalam.

Delegasi lain yang hadir antara lain: Cairo University, Institut Darul Hadis Al-Hasaniah Maroko, Zaituna University Tunis, Imam Auzai University Lebanon, Ibnu Tufail University Maroko, Oum Durman University Sudan, Universitas Internasional Afrika Sudan, Jordan University, Yarmuk University Jordan, Bilad Syam Univ Damaskus, Ibnu Sina Institute for Humanity Studies, Perancis, Institut Bahasa Arab London Inggris, dan lain-lain.

Rabithah bertujuan antara lain menyatukan visi misi perguruan tinggi Islam se-dunia, dan mengembangkan metode pembelajaran mutakhir serta penemuan-penemuan baru dalam riset keilmuan dan teknologi. Rabithah mendorong anggotanya untuk saling bekerjasama tukar informasi, riset dan sumber daya manusia.

Kyai Anang menambahkan, selain sidang-sidang Rabithah, pertemuan itu juga dirangkai dengan seminar selama dua hari yang mengangkat tema “Kebutuhan Dunia Global terhadap Implementasi Ekonomi dan Keuangan Islam.” Seminar menghadirkan narasumber dari para pakar di universitas anggota Rabithah untuk menjawab tantangan global terhadap kebutuhan implementasi keuangan dan ekonomi Islam.

“Ini tantangan kita semuanya yang ada di perguruan tinggi Islam di Rabithah ini untuk menghadirkan suatu konsep baru terkait implementasi ekonomi dan keuangan Islam untuk dunia, karena dunia sekarang melihat bahwa masa depan ekonomi dunia hanya bisa dijawab dengan konsep Islam, sekali lagi ini tantangan besar kita di abad ini,” terang Kiai Anang. (hai)

LEAVE A REPLY