Bursa Sajadah Buka Cabang ke-10 di Cibubur

0
52
Penampilan Hadroh Nurul Qolbi Waliklima dalam Grand Opening Bursa Sajadah Cabang ke-10 di Cibubur (21/4/18)
Penampilan Hadroh Nurul Qolbi Waliklima dalam Grand Opening Bursa Sajadah Cabang ke-10 di Cibubur (21/4/18).

Hajiumrahnews – Sebagai toko retail yang menyediakan perlengkapan dan oleh-oleh haji dan umrah, Bursa Sajadah terus melebarkan sayap-sayap bisnisnya. Cabang ke-10 pun dibukanya di kawasan Cibubur, tepatnya di Kawasan Niaga Citra Grand Blok R6 No.1 Cibubur.

Menurut Heera SKV, pemilik Bursa Sajadah, sejak lama ia memang mendambakan bisa membuka cabang di Cibubur. Namun, tahun ini keinginan itu baru bisa diwujudkan.

“Kami memang mulai memfokuskan diri pada pengembangan usaha di daerah Jabodetabek. Hal itu sudah dimulai tahun kemarin dengan buka cabang di BSD dan tahun ini di Cibubur,” ujar Heera kepada hajiumrahnews di tengah-tengah acara Grand Opening Bursa Sajadah Cabang ke-10 di Cibubur (21/4/18).

94ec0f2e-ea98-441d-bb47-41a65444eed9

Heera berharap bahwa beberapa bulan ke depan akan banyak lagi cabang-cabang baru yang dibuka. Keinginannya itu pun diamini oleh awak media yang mewawancarainya kala itu.

Bursa Sajadah berdiri tahun 1998. Awalnya yang merintis adalah ayah Heera sendiri. “Ayah adalah pebisnis sejati. Dia adalah mentor utama saya dalam hal bisnis,” ujar Heera.

Heera merupakan generasi kedua dalam bisnis Bursa Sajadah. Dia mulai mengambil alih perusahaan ayahnya ini 11 tahun setelah usaha ini berjalan, tepatnya pada tahun 2009. Hingga sekarang, 2018, berarti sudah 9 tahun ia mengendalikan usaha ini.

Untuk produk-produknya sendiri merupakan perpaduan dari produk lokal dan import. Misalnya kurma. “Kurma kan susah tumbuh di negeri kita makanya sudah pasti kami import dari sana,” ujar Heera lebih lanjut.

Namun, Heera mengaku bahwa barangnya tidak langsung ia import dari negara bersangkutan, tapi ia ambil melalui perusahaan importir. Yang jelas, “Apa yang jamaah dapatkan di sana, insya Allah ada di sini,” ujar wanita muda berparas cantik ini.

Hingga ini, cabang Bursa Sajadah sudah ada di Bandung sebagai cabang pertama, lalu di Surabaya, Bogor, Jakarta, Bekasi, Bandung lagi, Solo, Malang, BSD, dan terakhir di Cibubur.

Soal target, Heera tidak menampik jika ia ingin menjadikan Bursa Sajadah sebagai toko retail terbesar di Indonesia dalam hal penyediaan perlengkapan dan oleh-oleh haji dan umrah. Namun, diakuinya semuanya mengalir begitu saja.

“Sebenarnya tidak pernah memasang target sih. Mengalir aja, berkah dari Allah. Alhamdulillah sampai sekarang pun kita merasa benar-benar berkah dari Allah,” jelas Heera.

Namun, Heera sendiri merasa bahwa Bursa Sajadah yang diketahuinya adalah perusahaan retail terbesar di Indonesia dalam hal penyediaan perlengkapan dan oleh-oleh haji dan umrah.

“Saya rasa sampai sejauh ini untuk sebuah toko dengan konsep one stop shopping rasanya sih masih kita aja ya sampai saat ini. Dan berharap ke depan bisa lebih besar dan baik lagi,” ujarnya.

Pemotongan pita yang dilakukan oleh Ibu Heera SKV selaku pemilik Bursa Sajadah.
Pemotongan pita yang dilakukan oleh Ibu Heera SKV selaku pemilik Bursa Sajadah.

Terkait dunia digital, Heera juga mengaku bahwa sejak tahun 2015 ia mulai membuat toko online Bursa Sajadah dengan nama www.bursasajadah.com. “Tahun awal toko online ini sekedar buka saja alias soft opening. Mulai tahun 2016 barulah diadakan launching. Alhamdulillah, sejak itu terlihat ada perubahan yang signifikan,” ujarnya.

Namun, soal bagus mana antara penjualan online dan offline, Heera mengaku bahwa keduanya masih sama. Bahkan, untuk saat sekarang, yang offline masih lebih baik penjualannya. “Pendapatan satu toko offline masih sama dengan online,” ujarnya.

Karena itu, Heera berharap bahwa ke depan toko onlinenya juga akan berkembang lebih baik. “Untuk sekarang sih, kita masih mengandalkan offline. Karena kebanyakan pelanggan kita kan rata-rata usia 45 tahun ke atas yang masih suka dengan belanja offline. Belum gadget minded,” katanya.

Heera meyakini bahwa 5 atau 10 tahun lagi bisnis onlinenya akan baru terasa. Yaitu, “Ketika generasi milenial ini menjadi market kita, di situ onlinenya baru terlihat,” ujarnya.

Ditanya soal resep suksesnya dalam mengembangkan Bursa Sajadah, Heera mengaku bahwa ia tidak memiliki resep khusus. Yang jelas, “Maju terus pantang mundur. Karena apapun bisnisnya, pasti ada tantangannya. Tinggal bagaimana kita menghadapi tantangan itu. Bagaimana melihat masalah itu sebagai suatu tantangan. Harus kita lewati dan perbaiki,” ujarnya.

Menurut Heera, ketika tantangan itu muncul dia segera berpikir untuk segera memecahkannya. “Mungkin banyak di antara kita di saat kepentok keburu mundur. Kalau kita, coba untuk carikan solusinya dan kemudian kita taklukkan tantangan itu,” ujarnya.

Salah satu tantangan Bursa Sajadah adalah tak lepas dari SDM dan produknya itu sendiri. “Terkadang barang yang kita cari sedang tidak ada atau belum tersedia, sementara kebutuhan akan itu tinggi. Nah, itu salah satu tantangan kita,” ujarnya.

Tantangan lain adalah soal SDM. Untuk SDM harus memiliki product knowledge yang baik. “Sebab, retail itu adalah bisnis yang detail. Jadi, banyak yang harus diurus mulai dari barang datang, display hingga product knowledge itu sendiri,” ujarnya.

Heera kemudian menyontohkan soal kurma. “Kurma saja ada beberapa macamnya. Jangankan Spg, saya aja kadang masih sulit membedakan mana kurma Ajwa dan kurma Safawi. Rasanya bagaimana. Itu juga perlu product knowledge. Itu salah satu kendala kita,” ujarnya.

Sementara itu ketika ditanya soal omzet Bursa Sajadah, Heera tidak mau menyebutkannya. Yang penting, “Alhamdulillah berkah,” ujarnya tertawa.

Lalu, apa harapan Bursa Sajadah terkait dengan dibukanya cabang ke-10 di Cibubur ini. “Yang paling penting buat masyarakat Cibubur adalah bahwa ada Bursa Sajadah di daerahnya. Sehingga mereka bisa mencari perlengkapan dan oleh-oleh haji dan umrah dengan mudah, tak perlu lagi ke Tanah Abang,” ujar Heera.

Soal peluang ke depan Heera meyakini dan selalu optimis bahwa usaha ini tidak akan pernah surut. “Insya Allah selama Ka’bah masih berdiri, why not?” pungkasnya.

Jalannya Grand Opening

Tampak Gedung Bursa Sajadah dari depan. Beberapa undangan belum datang, termasuk awak media (hanya beberapa orang saja). Menjelang sore, orang-orang baru pada datang.
Tampak Gedung Bursa Sajadah dari depan. Beberapa undangan belum datang, termasuk awak media (hanya beberapa orang saja). Menjelang sore, orang-orang baru pada datang.

Acara Grand Opening Bursa Sajadah Cabang-10 di Cibubur ini dimulai pada pukul 12.30. Acara dibuka dengan penampilan Hadroh dari Nurul Qolbi Waliklima.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Yasin oleh 40 anak yatim dari Pesantren Al-Amin yang dipimpin oleh Ustaz Ahmadi. Lalu tausiah menyambut bulan suci Ramadan yang diisi oleh Ustadz Acep Sunarya.

Setelah itu acara Ceremonial Opening Store ke-10 “Shopping Vaganza” yang dipimpin oleh Ibu Heera sendiri.

Acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim, penampilan hadroh kembali dan makan bersama. Setelah itu ditutup dengan doa bersama oleh Ustaz Abdul Aziz.

Dalam rangka grand opening ini, Bursa Sajadah memberikan diskon besar-besaran hingga 50% dan berlaku hanya 3 hari sampai Senin. “Hari Selasa, harganya kembali normal,” ujar Heera.

Makanya, buruan datang ke Bursa Sajadah Cibubur selagi masih ada diskon. Anda dijamin akan terpuaskan. (Eep)

LEAVE A REPLY