IPEMI Jaksel Usung Semangat Bangun Usaha Sesuai Syariat Islam

0
1242
Sesi Foto bersama peserta Diklat Muamaslah Syariah. (foto:ist)
Sesi Foto bersama peserta Diklat Muamaslah Syariah. (foto:ist)

 

 

 

 

HAJIUMRAHNEWS-Muamalah maliyah, menduduki posisi penting dalam Islam. Hampir tidak ada manusia yang tidak terlibat dalam aktivitas muamalah, karena itu hukum mempelajarinya wajib ‘ain (fardhu) bagi setiap muslim dan muslimah

Atas dasar itu, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jakarta Selatan menggelar Diklat Muamalah Maliyah di Bellevue Suites Jakarta Selatan. Diklat mingguan yang dilaksanakan dari 1 Maret-5 April 2018 ini diikuti oleh 25 pengusaha muslimah di Jakarta Selatan.

Ketua IPemi Jaksel Linda Sjamsoeddin mengatakan alasan pemilihan tema Muamalah Maliyah ini karena Muamalah Maliyah ini merupakan aturan Allah yang mengatur manusia dalam kaitannya dengan perolehan harta dan benda atau aturan kegiatan ekonomi untuk mencukupi kebutuhannya sesuai dengan syariat Islam.

“Jadi kita kan IPEMI, ada nama pengusaha muslimahnya disitu. Artinya IPEMI ini diisi oleh para muslimah yang hendak atau sudah memiliki usaha. Nah, karena melibatkan para muslimah yang aktif dalam berwirausaha, maka kami di IPEMI Jaksel ingin  agar usaha yang hendak dilakukan ataupun sudah dilakukan ini diarahkan sesuai dengan syariat Islam, maka nya  kita gelar diklat ini supaya kita paham dasar konsep syariat Islamnya,” kata Linda dalam penutupan Diklat Muamalah Maliyah, Kamis (5/4).

Linda menyatakan bahwa memang IPEMI Jaksel saat ini tengah fokus dalam membangun SDM pengusaha muslimahnya terlebih dahulu sebelum merealisasikan beragam program pemberdayaan lainnya.

“Dan konsep muamalah maliyah ini kan dasar dari semuanya. Karena Ruang lingkup muamalah maliyah sangat banyak meliputi jual beli, pegadaian, hutang piutang, asuransi, perbankan, syirkah, penitipan, peminjaman, sewa menyewa, dan lain-lain. Jadi jika fondasi dasar syariatnya  saja kita tidak tahu bagaiman kita bisa menjalankan sebuah usaha yang berkah dan mengangkat pengusaha muslimah kita?,” tutur Linda.

Suasana Pelaksanaan Diklat Muamalah Maliyah IPEMI Jaksel. (foto:abi: hun)
Suasana Pelaksanaan Diklat Muamalah Maliyah IPEMI Jaksel. (foto:abi: hun)

Selain itu, Linda juga menyadari masih banyak yang belum paham prinsip menjalankan usaha secara syariat islam. Akibatnya dalam usahanya banyak melanggar prinsip-prinsip  ekonomi Islam dalam mencari nafkah hidupnya, seperti riba, maysir, gharar, haram, batil, dsb.

“Maka nya kita bersama IPEMI  Jaksel selalu mencoba berpegang ke syariat Islam. Kita punya visi memang kedepan semua kegiatan dan program IPEMI Jaksel ini mengarah ke syariat Islam,” ujar Linda.

Linda berharap kedepan IPEMI Jaksel bisa terus konsisten untuk menularkan semangat syariat Islam ini dan melalui syariat Islam juga IPEMI bisa mendorong kebangkitan ekonomi muslimah khususnya di Jakarta Selatan.

“diklat ini hanya satu media saja, masih banyak proses panjang lainnya. Namun tentu dari diklat ini kita akan terus banyak berdiskusi, berkomunikasi dengan yang lain. Sehingga dari 25 peserta yang hadir, nantinya bisa menularkan ilmu dan semangat syariat Islam ni kepada yang lainnya,” jelas Linda.

“Dengan adanya diklat ini InsyaAllah saya juga akan berhjrah dan menjalankan usaha saya sesuai dengan syariat Islam,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY