Pesantren Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi Syariah

0
60
Wiwiek Sisto (Foto: detik)
Wiwiek Sisto Hidayat (Foto: detik)

HAJIUMRAHNEWS – Sebagai lembaga pendidikan yang konsen pada pendalaman ilmu-ilmu agama, pesantren memang telah banyak berjasa pada bangsa ini. Pesantren, termasuk lembaga pendidikan yang turut berjuang dalam upaya kemerdekaan Indonesia. Karena itu, posisi pesantren dalam upaya pengembangan ekonomi syariah di Indonesia begitu signifikan.

Menurut Bank Indonesia (BI), pesantren saat ini berpotensi menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. “Jumlah santri dan pesantren yang banyak tersebar di Indonesia dinilai akan mudah dikembangkan sehingga berkontribusi untuk industri keuangan syariah,” ujar Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Wiwiek Sisto Hidayat di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Oleh karena itu, menurut Wiwiek, perlu pendekatan ke pesantren untuk mendongkrak ekonomi syariah. “Kaitannya dengan pesantren, kita bisa masuk lewat perbankan,” ujar Wiwiek lebih lanjut.

Namun, diakui Wiwiek, hal itu tidaklah mudah. Pasalnya, konsep perbankan dalam pemikiran anak-anak santri masih kuat dengan unsur ribanya. Di sinilah, peran perbankan syariah sangat penting. Perbankan syariah inilah yang akan ditawarkan kepada pesantren.

Agar strategi ini bisa berhasil, perlu pendekatan yang tepat untuk menjelaskannya kepada para santri. Salah satunya adalah dengan melibatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh seperti ulama. “Pengalaman yang saya punya, untuk bisa memberikan komunikasi kepada mereka (para santri) itu kita harus bawa ulama yang memang berpengaruh di situ untuk memberikan penjelasan kepada mereka bahwa sebetulnya berhubungan dengan perbankan itu bukan suatu yang riba,” tutur dia.

Upaya tersebut, sejauh ini menurut Wiwiek sudah dilakukan di beberapa tempat antara lain di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. “Dan ini sudah beberapa kami lakukan di beberapa tempat. Bagaimana kita mendekati pesantren itu sehingga dia bisa menerima dan bisa menjadi satu bagian dari Lembaga Keuangan Digital (LKD),” jelas dia.

Diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekonomi syariah. Menurut dia, potensi pembangunan keuangan syariah di Indonesia masih sangat besar untuk dikembangkan, mengingat mayoritas jumlah penduduk Indonesia adalah muslim. (Kun)

LEAVE A REPLY