Dorong Kebangkitan Ekonomi Muslimah, IPEMI Jaksel Fokus Kembangkan UKM dan Usaha Rumahan

0
565
Kegiatan Worksho[ IPEMI
Kegiatan Workshop IPEMI ‘Rahasia Jualan Laris di Instagram dengan Duduk Manis’ . (foto:abi/hun)

-Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin memasuki era digital, kegiatan pemasaran melalui e-commerce atau media digital (digital marketing) memang lebih menjanjikan. Dibandingkan dengan sistem pemasaran yang konvensional seperti penyebaran pamphlet dan brosur, digital marketing dinilai lebih efisien dan lebih efektif.

Hanya saja potensi sistem pemasaran melalui media digital ini masih belum dimanfaatkan betul khususnya oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pengusaha-pengusaha rumahan tanah. Air.

Hal inilah yang mendasari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia  Jakarta Selatan (IPEMI Jaksel) untuk terus mensosialisasikan dan mengajak para muslimah pelaku UKM dan usaha rumahan agar melek teknologi dan memanfaatkan media digital dengan sebaik mungkin untuk memasarkan produk dan mengembangkan usahanya.

“Di era kemajuan teknologi ini, semuanya sudah mulai bergeser dari offline ke online, artinya semuanya sudah beralih ke arah yang lebih digital baik itu dari segi transaksi maupun strategi pemasaran.” kata Ketua IPEMI Jaksel Linda Sjamsoeddin saat Workshop IPEMI bertajuk ‘Rahasia Jualan Laris di Instagram dengan Duduk Manis’ di Jakarta pada Minggu (25/03).

Linda menyatakan salah satu yang menjadi fokus IPEMI Jaksel saat ini adalah membangun SDM kaum muslimah para pelaku UKM dan usaha rumahan di Jaksel dan mendampingi mereka agar bisa melek teknologi dan mengerti bagaimana mengoptimalkan media sosial sebagai alat untuk pemasaran dan pengembangan usahanya.

“Karena kami di IPEMI Jaksel itu  prihatin masih sangat banyak para muslimah yang punya usaha tapi ya gitu gitu aja usahanya gak berkembang. Ada banyak saudara kita yang misalnya masih kalau jualan kerudung mesti ke pengajian-pengajian dll. Atau ada muslimah yang ingin wirausaha tapi gak punya waktu karena ngurus keluarga dan gatau gimina caranya,” tutur Linda.

“Nah ini yang ingin IPEMI Jaksel coba rubah. Maka itu kita coba rangkul, ayoo sama-sama kita maju, kita belajar bareng-bareng,  sama-sama kita saling tolong menolong supaya kaum muslimah ini juga bisa bangkit,” lanjutnya.

Peserta workshop mempraktekan bagaiamana optimalisasi Media Sosial untuk sistem pemasaran. (foto:abi/hun)
Peserta workshop mempraktekan bagaiamana optimalisasi Media Sosial untuk sistem pemasaran. (foto:abi/hun)

Salah satu cara yang dilakukan IPEMI Jaksel, ujar Linda, antara lain dengan menghadirkan beragam macam workshop dan pembekalan kepada para Muslimah yang punya usaha ataupun yang baru mau membangun usahanya.

“Jadi kita akan menghadirkan sebuah workshop atau edukasi-edukasi yang bukan hanya teoritis, tapi juga langsung praktik. Artinya kita bantu, kita dampingi  dan kita  bangun SDM dari UKM-UKM di Jaksel dengan pengenalan teknologi, bagaimana cara menggunakannya dan bagaimana mengoptimalkan teknologi serta media sosial sebagai media untuk berwirausaha atau mengembangkan usaha mereka,” papar dia.

Linda berharap keberadaan IPEMI Jaksel bisa menjadi wadah yang mampu membantu dan memfasilitasi para kaum muslimah  dan mendorong  perekonomian kaum muslimah di Indonesia.

“Karena pengembangan usaha dengan media sosial dan media digital kan gampang, bisa sambil di rumah dan sambil mengurus keluarga. Saya harapkan program-program kami bisa diterima dan membantu kaum muslimah di Jakarta Selatam,” harapnya.

 

LEAVE A REPLY