Indonesia Perlu Bangun Bank BUMN Syariah

0
65

bank-syariahHAJIUMRAHNEWS – Dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat syariah dunia, Indonesia diharuskan punya bank syariah berskala lebih besar dan itu harus dalam bentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keinginan itu sekarang sedang dikaji dan hal itu termasuk dari agenda Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Menurut Pungky Sumadi, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dalam 10 tahun ke belakang aset perbankan syariah naik sekitar 11 kali. Sedangkan aset industri keuangan non-bank (IKNB) naik dua kali lipat.

“Namun, pangsa pasar perbankan syariah tidak maju-maju, stagnan di angka lima persen. Sedangkan pangsa pasar industri keuangan syariah saat ini sebesar 8,1 persen,” ujar Pungky dalam acara Seminar Islamic Economics & Finance: Present and Future di Kantor Pusat Maybank Indonesia, Senayan, Jakarta, Senin (19/3).

Menurut Pungky, tantangan perbankan syariah saat ini adalah belum punya bank syariah berskala besar. “Bank syariah yang ada saat ini adalah anak usaha dari bank-bank BUMN. Secara hukum tidak bisa dikategorikan bank BUMN karena uangnya bukan dari kantong Menteri Keuangan,” ujarnya lebih lanjut.

Karena itu, menurutnya, ke depan pemerintah harus membuat Bank BUMN Syariah. “Sejumlah opsi tengah dikaji oleh Kementerian BUMN.

Penggabungan atau merger menjadi salah satu kemungkinan. Namun, masih ada kemungkinan lainnya,” ujarnya.

Meski begitu, tidaklah mudah membuat Bank BUMN Syariah. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapinya, salah satunya adalah dari sisi permodalan. Sebab, “Pemerintah tidak memiliki dana menganggur yang bisa dipakai apa saja,” ujarnya.

Meski demikian, dari sisi tingkat inklusi perbankan syariah dinilai tidak rendah. Sebab, jumlah nasabah bank syariah di Indonesia sekitar 23 juta atau hampir sama dengan penduduk Malaysia. Masalahnya, kata dia, perbankan syariah di Indonesia banyak bekerja di sektor ritel.

“Misalnya perusahaan besar mau beli pesawat terbang pinjam bank syariah tidak bisa karena perbankan syariah asetnya masih kecil. Contoh lainnya, PLN punya belanja modal Rp 40 triliun mau pakai pinjaman bank syariah tidak bisa karena masih kecil asetnya,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi prospek ekonomi syariah, Pungky memandang dari kondisi yang ada, tahun ini akan berjalan baik. Namun masih perlu dorongan kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah. (Kun)

 

LEAVE A REPLY