BPIH Naik, Pemerintah Upayakan Peningkatan Layanan

0
45
peningkatan layanan haji yang akan diterima jamaah diyakini akan lebih besar dari pada kenaikan BPIH yang dibayarkan (foto:ist)
peningkatan layanan haji yang akan diterima jamaah diyakini akan lebih besar dari pada kenaikan BPIH yang dibayarkan (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Mendekati musim haji yang akan dimulai pada pertengahan Juli mendatang kementerian Agama melelui Direktorat Penyelenggaraan haji dan Umrah (Ditjen PHU) terus melakukan peningkatan dan perbaikan layanan. Perbaikan layanan juga menjadi salah satu prioritas Kemenag untuk merepon  kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 sebesar 0,8 persen.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel Kaswad Sartono menyatakan bahwa pada dasarnya pelayanan yang akan didapatkan oleh jamaah haji akan lebih besar ketimbang jumlah peningkatan ongkos haji yang dibayarkan.

“Sesungguhnya angka BPIH memang naik namun secara kuantitas menurun. Alasannya karena berbagai layanan dan fasilitas yang lebih baik yang kita siapkan bagi para jemaah haji,” ujar Kaswad di Makassar, Jumat (17/3).

Kaswad menjelaskan peningkatan layanan yang akan didpatkan jamaah haji, salah satunya yaitu jumlah konsumsi atau makan di Mekkah yang tahun ini jauh lebih banyak. Jika tahun sebelumnya jamaah haji mendapatkan jatah makan sebanyak 25 kali di Mekkah, tahun ini mereka akan mendapatkan 40 kali jatah makan.

Peningkatan lainnya yaitu pada peralatan haji yang diberikan.  Tahun ini jamaah haji akan mendapat koper tambahan yang tetap bisa digunakan setelah usai melaksanakan ibadah haji. Pada tahun sebelumnya jamaah haji menggunakan tas jinjing untuk barang bawaannya.

Selain itu, tahun ini jamaah boleh lebih merasa lega saat melaksanakan ibadah di Mina. Karena pemerintah telah menyediakan petugas yang disiapkan mengawal dan memantau para jamaah di Mina. Begitupun dengan biaya pengurusan paspor sebesar Rp 355 ribu, juga akan dikembalikan ke jamaah haji jika sudah berangkat ke tanah suci.

Kaswad mengungkapkan optimalisasi dana haji sendiri terbagi pada tiga bagian yaitu,  pembiayaan penerbangan, akomodasi dan transportasi.Artinya kebutuhan diluar yang tiga itu maka akan ditanggung atau disubsidi dari dana haji.

“Kami juga menyiapkan layanan maksimal sejak jamaaah masuk di asrama yakni pemberikan jatah makan secara rutin , begitupun dengan biaya pengangkutan jemaah dari Makkah-Madinah untuk beribadah di Masjidil Haram juga semakin ditingkatkan,” ujarnya.

Komisi VIII DPR memang telah menyepakati usulan kenaikan BPIH tahun 2018 yang diikuti dengan peningkatan kualitas layanan terhadap jemaah haji. Hal itu sesuai dengan komitmen Kemenag yang memang fokus meingkatkan frekuensi akomodasi dan konsumsi bagi jamaah.

LEAVE A REPLY