Presiden ISABC Lepas Armada Satria Motoris Al-Fath

0
132

 

Presiden ISABC didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath melepas Armada Satria Motoris Alfath. (foto:abi/hun)
Presiden ISABC didampingi Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath melepas Armada Satria Motoris Alfath. (foto:abi/hun)

HAJIUMRAHNEWS-Presiden Indonesia Saudi-Arabia Business Council Muhammad Hasan Gaido melepas tujuh armada Santri Wirausaha Motoris Al-Fath (Satria Motoris Al-Fath), sebuah armada santri yang mengikuti program  KSB2 (kuliah santri sambil bekerja berkelanjutan) dari Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath pada Kamis (15/3) di kawasan Pesantren Dzikir Al-Fath di Sukabumi-Jawa Barat.

Hasan mengaku sangat kagum dengan program Satria Motoris ini karena menurutnya inilan program kongkrit pendidikan dan pemberdayaan generasi muda berbasis syariah yang sesungguhnya. Saat ini memang problem dari banyaknya pengangguran di Indonesia adalah, sistem pendidikan yang hanya menyuguhkan kerangka teori saja tanpa ada media untuk praktek.

“Inilah program konkrit pemberdayaan ekonomi ummat dari Pondok Pesantren. Ini juga menjadi bukti bahwa santri-santri pesantren bisa menjawab tantangan pasar dunia kerja saat ini. Bisa dikatakan inilah wajah pendidikan yang seharusnya ada dan dikembangkan di Indonesia, apalagi program ini berbasis syariah dan Shadaqah,” ujar Hasan.

Hasan pun menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung dan mendorong program ini dengan segala sumberdaya yang ia miliki, agar program ini mampu bermanfaat untuk Ummat, mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan para akademisi yang siap menjawab tuntutan pasar dunia bisnis dan industry.

“Kita akan dorong para pesantren untuk terus mengembangkan ekonomi umat dan menciptakan para professional dari kalangan santri. Saya berharap melalui program ini bisa tercapai sejuta pengusaha baru dari lingkungan pondok pesantren kedepannya,” papar CEO Gaido Group tersebut.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath KH. Fajar Laksana mengatakan program Satria Motoris merupakan sebuah program pendidikan berbasis ekonomi shadaqah dari Pesantren Dzikir Al-Fath yang memungkinkan para siswa kurang mampu lulusan SLTA/sederajat yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan sambil bekerja.

“Siswa yang mengikuti program ini akan diberikan beasiswa untuk mengikuti program perkuliahan berbasis e-learning di salah satu Universitas di Sukabumi dan juga ikut program mengaji di pondok pesantren Dzikir Al-Fath. Syaratnya, para siswa harus mau bekerja dan diberikan tanggung jawab untuk melakukan penjualan dan pendistribusian berbagai macam produk ke warung-warung kecil di daerah Sukabumi dengan menggunakan sepeda motor yang telah disediakan pihak pesantren,” ujar KH Fajar.

Melalui program ini, lanjut KH Fajar, selain diberikan pengetahuan dan ilmu umum di bangku perkuliahan para siswa juga dibekali pengalaman praktik wirausaha dan marketing. Sehingga nantinya, setelah lulus dari bangku kuliah, mereka juga siap untuk menjawab tantangan dunia pasar tenaga kerja dan industry.

“Sementara sistem ekonomi shadaqah yang diusung antara lain dari keuntungan yang didapatkan para santri tersebut, sebagian digunakan untuk biaya kuliahnya, biaya cicilan motor, biaya kebutuhan sehari hari dan zakat, infaq shadaqah sebanyak 2.5 % ke pondok pesantren untuk membiayai santri dhuafa lainnya di Pesantren Dzikir Al-Fath,” paparnya

Setelah lulus para alumnus ini sudah sangat matang dan siap bersaing di dunia kerja. Bahkan banyak perusahaan yang mau menampung mereka. Karena kita punya mitra banyak perusahaan besar di Sukabumi dan berbagai daerah lainnya. Nantinya para alumnus yang telah bekerja juga akan menshadaqahkan sebagian penghasilannya ke pesantren. Jadi dijamin lulusan program ini tak aka nada yang pengangguran. Inilah pendidikan sejati yang sangat memanusiakan manusia

Program ini diikuti oleh 60 orang santri dari berbagai daerah dan telah menghasilkan puhan lulusan sejak dimulainya pada 7 tahun silam. Omset penjualan per-armada bisa mencapai 1.5 juta perhari  dengan keuntungan 10 persen. Adapun shadaqah yang saat ini diterima dari para alumus mencapai 20-25 juta setiap bulannya. Pesantren Dzikir Al-Fath pun membuka selebar-lebarnya kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini.

 

LEAVE A REPLY