Hadir untuk Umat, Gerai LEUMart Launching di Serang Banten

0
249
Grand Launching LEUmart. (foto:ist)
Grand Launching LEUmart. (foto:ist)

HAJIUMRAHNEWS-Lembaga Ekonomi Umat (LEU) melakukan sebuah terobosan baru dalam rangka membuka kesempatan wirausaha yang bisa dilakukan oleh semua kalangan. Sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi umat, LEU menghadirkan LEUmart, sebuah toko ritel modern berbasis ekonomi umat.

Direktur Utama LEUMart, Bambang Wijanarko, menegaskan bahwa pada hari ini, Rabu (14/3) bertempat di Pondok Pesantren An Nawawi, Serang Banten Presiden Joko Widodo telah meresmikan gerai pertama LEUmart. Melalui LEUmart diharapkan dapat meningkatkan para pedagang tradisional menjadi pedagang yang lebih modern untuk mengakomodir keinginan dan aspirasi konsumen demi menciptakan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat.

“Sistem konsinyasi didukung dengan sistem IT yang terintegrasi, belum dimiliki oleh ritel yang lain. Diperkuat dengan adanya pelatihan dan pendampingan para mitra secara gratis,” kata Bambang dalam konperensi pers di Pondok Pesantren An-Nawawi, Serang Banten.

Menurutnya, LEUmart mampu menghadirkan sebuah konsep baru dalam bidang ritel. Negosiasi pun dilakukan secara langsung kepada para prinsipal, seperti Pertamina Ritel, Mayora, Orang Tua, Garuda Food lndoofood, Unilever, Wings, Central Pertiwi Bahari/Fiesta dan yang lainnya. Tidak hanya itu, LEUMart juga didukung penuh oleh PT. Pos Logistik, Telkom Sigma, Infomedia Telkom, dan BNI Syariah sebagai mitra kerja LEU mart.

Dengan demikian, kata Bambang, menjadikan LEUmart mampu menghadirkan beragam produk dengan harga kompetitif. Konsep ini menjadikan modal untuk menjadi Mitra LEUmart pun sangat terjangkau. “Hadir ditengah-tengan umat, LEUmart pun mendukung produk-produk UMKM untuk dapat dijual di jaringan LEUmart yang ada,” katanya.

LEUMart, lanjut Bambang, juga mendapat dukungan serta kerjasama dengan pihak Kementrian Koperasi dan UMKM Ri dan PINBAS MUI dalam melakukan pelatihan juga pendampingan kepada UMKM, agar mampu menghasilkan produk yang sesuai standar yang berlaku serta mampu bersaing.

Diakui oleh Bambang bahwa beberapa produk bahan baku, seperti gula belum mampu memberikan harga kompetitif. Sesuai dengan kebijakan pemerintah, dimana beberapa bahan pokok harus beli dari perusahaan tertentu yang ditunjuk, menjadikan akses pembelian kepada pengusaha bahan pokok secara langsung belum dapat dilakukan. “Ini menjadikan harga beberapa bahan pokok tidak dapat bersaing,” tambahnya.

Sementara, Direktur Operasionai LEUmart, Ronny Indradi menambahkan, akan hadir 1000 gerai LEUmart di wilayah Jabodetabek dan direncanakan menjadi 10.000 LEUmart di seluruh lndonesia dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. (abi)

LEAVE A REPLY