Dirjen PHU Diminta Bijak Menyikapi Persoalan Asphurindo

0
96
Ketua Umum Asphurindo (versi Munas Bogor) Syam Resfiadi dan Kuasa Hukum Razman Arif Nasiution saat sesi Jumpa Pers. (fotto:hun)
Ketua Umum Asphurindo (versi Munas Bogor) Syam Resfiadi dan Kuasa Hukum Razman Arif Nasiution saat sesi Jumpa Pers. (fotto:hun)

HAJIUMRAHNEWS–Tim Pengacara dari kantor hukum Razman Arif Nasution akhirnya melayangkan surat kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nizar Ali terkait persoalan yang terjadi di Asoasiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo). Dalam surat pemberitahuan tertanggal 14 Maret 2018 itu selain melampirkan surat kuasa, juga menyertakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Dalam surat tersebut, Razman Arif Nasution selaku kuasa hukum dari Agus Sofyan, Sekjen Asphurindo versi Munas II, menyebutkan bahwa kepengurusan Asphurindo yang sah adalah di bawah kepemimpinan Syam Resfiadi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Razman juga menyampaikan terkait adanya sengketa kepengurusan Asphurindo, kliennya pada 8 April 2017 telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan telah terjadi tindak pidana pemalsuan dokumen oleh MC dan kawan-kawan. Setelah berkordinasi dengan tim penyidik, Polda Metro telah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang menyebutkan saudara MC diduga telah melanggar pasal 266 KUHP dan saudara notaris ML melanggar pasal 264 KUHP sehingga dapat ditingkatkan sebagai tersangka.

Disebutkan pula bahwa keduanya telah dipanggil secara resmi sebagai tersangka pada tanggal 12 Maret yang lalu, namun yang bersangkutan tidak hadir, sehingga akan dilakukan pemanggilan yang kedua. “Apabila yang bersangkutan tidak juga hadir maka akan dilakukan panggilan paksa sebagaimana diatur dalam pasal 112 KUHAP,” tulis Razman Arif Nasution dalam surat tersebut, sebagaimana yang diterima hajiumrahnews.com, Rabu, (14/3).

Melalui surat tersebut, tim pengacara berharap Dirjen PHU bisa mengambil sikap yang bijak. Pasalnya, dalam surat itu ditulis, orang yang mengaku sebagai Ketua Umum Asphurindo pada faktanya telah menjadi tersangka dan sudah dilayangkan panggilan yang kedua untuk datang pada pemeriksaan berikutnya di Polda Metro Jaya.

“Ini membuktikan, bahwa Asphurindo yang sah adalah di bawah kepemimpinan Bapak Syam Resfiadi sebagai Ketua Umum dan Bapak Agus Sofyan sebagai Sekretaris Jenderal, dan didukung lebih kurang 181 tour and travel sebagai anggota,” katanya.

“Untuk itu, kami berharap pihak Kementerian Agama, Kedutaan Besar Saudi Arabia serta Bank Syariah Mandiri cabang Jatinegara untuk berkoordinasi dengan klien kami pengurus Asphurindo yang sah sesuai dengan hasil pemilihan anggota beberapa waktu lalu,” kata Razman.

Ketum Asphurindo Syam Resfiadi saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan pihaknya akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Sebelumnya, pada 21 Februari lalu, melalui tim pengacara Asphurindo telah mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta nomor 338/B/2017/PT.TUN.JKT tertanggal 24 Januari 2017. Pihaknya juga telah dipanggil Konsul Kedutaan Besar Saudi Arabia untuk menjelaskan perkembangan akhir terkait persoalan yang melilit Asphurindo.

“Termasuk berkirim surat ke pemerintah sebagaimana yang dilayangkan tim pengacara merupakan langkah-langkah kami dalam menjelaskan persoalan yang sebenarnya,” ujarnya. (hai)

LEAVE A REPLY