Jeddah Menggelar Pameran Makanan dan Minuman Khas Nusantara

0
201
Pameran Makanan dan Minuman Khas Nusantara digelar di Jeddah mulai 10-12 Maret 2018 atas kerja sama Kemenag dan KJRI.
Pameran Makanan dan Minuman Khas Nusantara digelar di Jeddah mulai 10-12 Maret 2018 atas kerja sama Kemenag dan KJRI.

HAJIUMRAHNEWS – Anda sedang di Jeddah sekarang, cobalah datangi pameran makanan dan minuman Indonesia untuk jamaah haji di Kantor Teknis Urusan Haji Jeddah. Acara yang terselenggara berkat kerjasama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) ini bersamaan dengan acara Aanwijzing penyediaan katering Jamaah haji Indonesia tahun 1439H/2018M.

Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, membuka acara yang berlangsung dari 10 – 12 Maret 2018 ini. Setidaknya ada 9 perusahaan dan importir yang bergerak dalam bidang ekspor impor produk makanan, bumbu masak dan minuman Indonesia yang mengikuti pameran ini. Di antaranya adalah Sami Al-Katsiri Trading Establishment, Salim Bawazir Trading Company, Pinehill Food Arab Limited/Indofood, Al-Ghamah, MBT, Mizanain, Asosiasi  Bumbu Cita Rasa Nusantara, Al Raqeeb dan produsen tahu tempe “Manalagi”.

Menurut Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis,  para pengusaha katering begitu antusias menyambut pelaksanaan pameran produk-produk Indonesia tersebut. Ini ditandai dengan banyaknya pengunjung yang memenuhi seluruh stand pameran.

“Sebagian besar mereka merupakan para pengusaha dan penyedia layanan katering yang selama ini melayani Jamaah Indonesia baik untuk umrah maupun haji,” ujar Sri Ilham di Jeddah, Senin (11/03). Hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua Muasasah Asia Tenggara yang melayani Jemaah haji Indonesia baik di Makkah maupun Masyair.

Dalam pandangan Sri Ilham, peluang bisnis makanan dan minuman Indonesia di Saudi cukup terbuka lebar. Sebab, kuota jamaah haji Indonesia mencapai 221 ribu jamaah dan 850 ribu untuk jamaah umrah per tahun. Ditambah lagi ada ratusan ribu warga ekspatriat yang bekerja di Arab Saudi.

“Ini merupakan pasar yang cukup menjanjikan bagi produk makanan dan minuman Indonesia,” tuturnya.

Terkait Aanwijzing, kepada seluruh penyedia layanan katering Makkah, Sri Ilham Lubis menyampaikan tiga hal yang menjadi alasan penyelenggaraan Pameran Produk Indonesia di Kantor Teknis Urusan Haji Jeddah.

Pertama, soal cita rasa nusantara. Banyak jamaah haji yang menginginkan adanya makanan yang bercita rasa nusantara dengan penggunaan produk dan bumbu masak Indonesia. Pameran ini untuk memenuhi ekspektasi itu.

Kedua, soal program pemerintah. Presiden Jokowi pernah menyeru untuk menggunakan produk Indonesia di seluruh unit pemerintahan, baik di dalam maupun luar negeri. Pameran ini adalah bagian dari upaya untuk mewujudkan seruan itu.

Ketiga, soal ekspor. Dengan adanya pameran ini, upaya untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi akan semakin terpenuhi.

Maka dari itu, Sri Ilham menganjurkan tim Penyediaan Katering Jemaah Haji tahun ini menyaratkan penggunaan produk-produk Indonesia kepada seluruh penyedia layanan katering baik di Makkah, Madinah, Armina dan Bandara Jeddah sebagai bagian dari upaya mendukung program tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Katering Kementerian Agama, Ahmad Abdullah Yunus juga meminta kepada penyedia layanan katering untuk menyampaikan komitmennya agar menggunakan bumbu masakan/produk yang berasal dari Indonesia.

“Ini untuk menjawab harapan dan keinginan sebagian besar jamaah haji Indonesia yang selama ini menginginkan kualitas dan cita rasa nusantara,” katanya. (Kun)

LEAVE A REPLY