Wadahi Kreativitas Anak Muda, Majelis Taklim Telkomsel Gelar Pelatihan Videografi

0
150
Workshop Vision yang digelar oleh Majelis Taklim Telkomsel bekerjasama dengan Yayasan Dinamika Jakarta dan Karang Taruna Kelurahan pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (11/3). (foto:mtt)
Workshop Vision yang digelar oleh Majelis Taklim Telkomsel bekerjasama dengan Yayasan Dinamika Jakarta dan Karang Taruna Kelurahan pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Minggu (11/3). (foto:mtt)

HAJIUMRAHNEWS – Majelis Taklim Telkomsel (MTT) bekerjasama dengan Karang Taruna Kelurahan Pasar Minggu dan Yayasan Dinamika Jakarta menggelar workshop membuat video dan media sosial bertajuk Video Course for Islamic Generation (Vision) di Aula Kantor Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu, (11/3).

Menurut Ketua Divisi Dakwah Digital MTT, Rifki Sya’bani, fenomena hoax dan ujaran kebencian yang saat ini marak beredar di media sosial dapat dilawan salah satunya dengan kemampuan dalam mengelola konten digital yang baik. “Digital literasi menjadi salah satu tulang punggung bagaimana kita menguasai dunia sesuai dengan eranya,” kata Rifki dalam sambutannya yang dikutip dari keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Dinamika Jakarta, Dedi Supriadi berharap kegiatan ini dapat mempersiapkan anak muda usia 16-28 tahun untuk siap menjadikan teknologi informasi sebagai fasilitas berkreasi yang produktif, bukan hanya sebagai tempat mencari hiburan, apalagi menghamburkan uang. “Sehingga usai mengikuti pelatihan, para peserta pelatihan dapat membuat video pendek dengan konten positif dan bermanfaat,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan pelatihan ini akan dilaksanakan selama lima kali di lokasi yang berbeda di wilayah DKI Jakarta selama bulan Maret. Selain itu, pelatihan ini dibimbing langsung oleh instruktur profesional dan berpengalaman di bidang videografi dan media sosial seperti Viandi, Broadcaster ANTV dan Trans TV; Dedi Supriadi, Konsultan PR; dan Andi Abidin, Videografi Trainer.

“Adapun metodologi pembelajaran yang digunakan meliputi 25 persen teori dan 75 persen praktik,” imbuhnya. (hai)

LEAVE A REPLY