Perkembangan Wisata Halal di Jabar Masih Belum Maksimal

0
180
Trans Studio Mall (TSM), salah satu tujuan wisata di kota Bandung
Trans Studio Mall (TSM), salah satu tujuan wisata halal di kota Bandung, Jawa Barat.

HAJIUMRAHNEWS – Setelah Jakarta, kawasan potensial lainnya untuk pengembangan wisata halal adalah Jawa Barat. Selain dekat dengan pusat ibu kota, umat Islam yg mayoritas dibandingkan daerah-daerah lainnya juga banyak potensi-potensi wisata di kawasan ini yang bisa dikembangkan dengan konsep syariah (halal).

Sayangnya, perkembangan wisata halal di Jabar ini dinilai masih berjalan di tempat. Hal itu setidaknya menurut Kepala Dinas Pariwisata Jabar, Ida Hernida.

Menurut Ida, sejumlah kendala ditemui dalam realisasi wisata halal yang diproyeksikan akan menambah kantung-kantung kawasan wisatawan di Jabar.

“Perkembangan pariwisata halal di Jabar belum berkembang seperti yang di harapkan. Karena, Tim Percepatan Wisata Halal belum bekerja maksimal,” ujarnya pada wartawan (25/2).

Tim Percepatan Wisata Halal sendiri terdiri dari Disparbud (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Jabar, pihak-pihak yang sudah paham betul tentang wisata halal misalnya yang punya kantin halal, dan para pakar wisata halal.

Menurut Ida, Jabar menjadi daerah dengan mayoritas muslim. Sehingga, cap halal menjadi barang keseharian yang selalu ditemui pada aktifitas pariwisata. Namun, pembentukan pariwisata halal menjadi hal yang gampang-gampang susah.

“Hambatannya, Jabar ini kebanyakan kaum muslim sehingga kata-kata wisata halal menjadi sangat biasa, menjadi keseharian, kita memang sudah halal. Jadi ya wisata halal itu gampang-gampang susah,” katanya.

Namun, kata dia, sebenarnya indikator sebuah kawasan pariwisata di Jabar menjadi kawasan wisata halal telah ditentukan. Seperti, adanya tempat beribadah yang representatif, wahana pariwisata seperti kolam renang yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, dan lain sebagainya.

“Contohnya TSM (Trans Studio Mall), dia sudah menang, sebagai hotel wisata halal, semua sudah serba tercukupi,” katanya.

Padahal, kata dia, sebelumnya pihaknya telah menentukan, Bandung Raya menjadi percontohan bagi pembentukan pariwisata halal. Namun, saat ini perkembangannya masih jalan di tempat.

“Akhir tahun kemarin kita sepakat yang akan dijadikan percontohan di Bandung Raya,” katanya.

Ida berharap, untuk mempercepat realisasi wisata halal, pihaknya akan mendapat dukungan dari semua pihak. Terutama, dari pihak penyedia kawasan pariwisata, seperti restoran dan hotel.

“Selain itu, dukungan Kementerian Pariwisata, Gubernur Jawa Barat, pelaku industri wisata dan perguruan tinggi juga diperlukan guna memperkuat posisi tawar Jawa Barat sebagai destinasi wisata halal.Misalnya, restoran yang menyantumkan bahwa itu restoran halal,” ujarnya lebih lanjut.

Ida juga berharap bahwa timnya akan tancap gas dalam upaya pengembangan wisata halal ini. “Karena, sekarang belum tancap gas,” katanya. (Kun)

LEAVE A REPLY