Irjen Lantik 66 Auditor Kemenag

0
73
Sesi foto - Irjen Kemenag M Nur Kholis dengan 66 Auditor Inspektorat Jendral Kementerian Agama. (foto:kemenag)
Sesi foto – Irjen Kemenag M Nur Kholis dengan 66 Auditor Inspektorat Jendral Kementerian Agama. (foto:kemenag)

HAJIUMRAHNEWS-Irjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan melantik 66 auditor baru Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Mereka dilantik setelah mendapatkan pelatihan dari BPKP sebagai instansi pembina, dan mendapatkan persetujuan teknis untuk diangkat sebagai auditor.

Seremonial pelantikan berlangsung di Kantor Itjen Kemenag, Jakarta pada Senin (26/2). Selain pelantikan, dilakukan juga penandatanganan perjanjian kinerja (perkin) para pejabat Itjen, mulai dari pejabat Eselon II, Eselon III, dan Eseloan IV. Penandatangan perkin ini akan menjadi landasan bekerja selama setahun penuh dan akan dipertanggungjawabkan saat evaluasi kinerja.

M. Nur Kholis Setiawan dalam arahannya mengimbau para auditor dan seluruh ASN untuk dapat melakukan tiga hal, sebagai representasi, wujud, dan aktor. Sebagai “representasi”, setiap ASN Itjen terutama para auditor yang sedang mengemban tugas di daerah haruslah berperan sebagai wakil dari Inspektorat Jenderal.

“Bapak-ibu sekalian ibarat dhomir (kata ganti), yang merepresentasikan Inspektorat Jenderal, mewakili Inspektur Jenderal di daerah,” tegas Nur Kholis.

Sebagai dhomir atau penggati yang merepresentasikan institusi, lanjut Irjen, maka setiap pribadi yang bertugas wajib bersifat konstan, stabil, dan ajeg. “Seperti analogi yang dituliskan dalam kitab karangan Ibnu Malik, jadilah seperti dhomir ‘na’ (Nun dan Alif), yang di manapun ia dilekatkan menjadi preposisi ia selalu konstan tidak berubah,” terangnya.

Setiap ASN Itjen juga harus bisa menjadi ‘aktor’ dan ‘wujud’. Menurut Nur Kholis, kedua hal ini erat terkait. Aktor dibagi atas dua hal yakni, aktor wujud dan yang tidak secara langsung hadir.

Maksudnya, selain sebagai perwujudan eksistensi lingkup tugas dan fungsi, aktor juga dapat berperan untuk hal yang sifatnya universal (tak nampak). Kehadiran bisa dimaknai sebagai sumbangsih pemikiran maupun hal lainnya sebagai contoh yang baik.

“Seperti dalam ruang tugas-fungsi maupun tak terjun secara langsung (king maker), pada gilirannya harus bisa dikombinasi sebagai wujud bahwa Itjen itu ada, diperhitungkan, dan memiliki peran dalam perbaikan Kementerian Agama di masa mendatang,” ujar Irjen. (fajar)

LEAVE A REPLY