Baznas Gandeng Lembaga Amil Zakat Berbasis Ormas

0
323
WhatsApp Image 2018-02-19 at 13.20.53
Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan Ketua Baznas Bambang Sudibyo foto bersama dengan pimpinan LAZ berbasis Ormas usai konferensi pers di gedung MUI Jakarta, Senin (19/2)

HAJIUMRAHNEWS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng lembaga amil zakat (LAZ) dalam menyalurkan dana zakat berbasis organisasi kemasyarakat (ormas) Islam. Dalam kerja sama pendistribusian tersebut, Baznas mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama dan LAZ dari berbagai ormas seperti LAZ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persis (Pusat Zakat Umat) dan Ormas Wahdah Islamiyah kepada Baznas atas wacana Baznas melayani masyarakat Indonesia termasuk aparatur sipil negara (ASN) untuk menuaikan zakat,” ujar Bambang Sudibyo, di Kantor MUI, Jakarta, Senin (19/2).

Hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang juga anggota Baznas, Muhammadiyah Amin, dan Deputi Baznas, M. Arifin Purwakananta, anggota Baznas Emmy Hamidiyah, KH. Masdar F. Mas’udi, Mundzier Suparta, Nana Mintarti, dan A. Satori Ismail.

Juga tampak para pengurus LAZ ormas, seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Lazis Dewan Dakwah (DDII), Lazis Pusat Zakat Umat Persatuan Islam (Persis), dan Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

Menurut Bambang, sebagaimana amanat Pasal 5 Ayat 1 UU Zakat No 23 Tahun 2011 yakni, untuk melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk Baznas. Kemudian, Pasal 6 UU Zakat menegaskan, Baznas merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. Dalam kesempatan itu pula, Bambang mengutip UU Zakat Pasal 17, yang berbunyi, “Untuk membantu Baznas dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ.”

Karena itu, dalam pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), Baznas melakukan berbagai saluran yakni melalui Baznas provinsi dan kabupaten/kota, lembaga program, ormas, yayasan dan lembaga yang menangani mustahik, baik langsung kepada mustahik maupun melalui kerja sama bidang bidang tertentu dalam membantu mustahik.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa pada hari ini adalah simbolisasi pendistribusian zakat Baznas melalui LAZ. Dukungan ormas-ormas besar dalam pendistribusian zakat Baznas akan membantu penyaluran yang transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat.

Pendistribusian melalui LAZ akan menyasar bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat dan dipertanggungjawabkan. Baznas juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat.

“Baznas menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik, audit syariah,” kataya.

Bahkan tidak hanya itu, Baznas juga menerapkan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah Baznas dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya.

Dalam hal ini, Baznas akan mengembangkan berbagai kemitraan pendistribusian zakat lainnya untuk melayani seluas mungkin kepentingan umat, termasuk mendukung berbagai program MUI. Penguatan pemberdayaan dibarengi dengan penguatan dakwah akan mendorong keberkahan dan kemakmuran Indonesia.

“Dalam pengumpulan zakat maupun pendistribusian, Baznas akan terus dipandu oleh syariat Islam, Fatwa MUI, tuntunan ulama dan perundangan yang berlaku secara efektif dan efisien dan cermat serta berhati-hati,” katanya. (hai)