Soal Dualisme Asphurindo, Syam: Putusan Akhir Ada di Mahkamah Agung

0
372
Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi saat memberikan sambutan di acara Workshop Asphurindo I, di Bogor, pada Sabtu (20/5). (foto:hun)
Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi saat memberikan sambutan di acara Workshop Asphurindo I, di Bogor, pada Sabtu (20/5). (foto:hun)

HAJIUMRAHNEWS- Polemik Dualisme Kepengurusan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) semakin memanas setelah beberapa waktu lalu Asphurindo Kubu Magnatis Chaidir menahbiskan diri bahwa Asphurindo dibawah kepengurusannya lah yang sah sesuai putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) No 338/B/2017/PT.TUN.JKT pada tanggal 24 Januari 2018.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asphurindo (Versi Munas Bogor) Syam Resfiadi mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan banding atau kasasi kepada Mahkamah Agung atas putusan PTUN yang memenangkan kepengurusan Asphurindo dibawah pimpinan Magnatis Chaidir.

“InshAllah kita banding lagi ke mahkamah agung setelah kemarin diperbolehkan dan diberi waktu selama 14 hari sejak tanggal 8 Fenruari kemarin,” kata Syam pada sesi Jumpa Pers di Kantor Sekretariat Asphurindo di Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Menurut Syam keputusan dari PTUN tersebut belumlah inkrah dan final. Ia pun menilai apa yang disampaikan Kuasa Hukum Asphurindo Kubu Magnatis, Ikhsan Abdullah yang menyatakan bahwa keputusan PTUN  bersifat final dan absolut itu keliru dan berlebihan.

“Tak ada keputusan dalam satu pengadilan manapun yang sah sebelum Mahkamah Agung Yang menentukan akhir dari sebuah pengadilan dinegeri kita. Jadi putusan itu belum inkrah. Bahkan mereka menyampaikan kata final, absolut dan tak bisa lagi dibantah. Ternyata mana, mereka berbohong saja. Bukti dari surat pemberitahuan hasil salinan keputusan, tidak ada kata-kata itu,” ujar Syam.

Ditanya soal polemik dualism yang terjadi, Syam menjawab bahwa ini terjadi karena ada ketidak puasan dari pengurus lama terhadap hasil Munas Asphurindo pada 9-11 Januari 2017 lalu yang memenangkan dirinya sebagai Ketua Umum.

“Bila kita melihat sejarah kebelakang, ada ketidakpuasan dari pihak pengurus lama dengan susunan pengurus baru. Awalnya kita coba berdialog, bermediasi beberapa kali ternyata tidak juga bisa kita gabungkan. Bahkan tak disangka-sangka mereka membuat Munaslub Abal-abal. Karena kita tahu mereka mengadakan munaslub dikantor Sekretariat kami yang dihadiri oleh anggota pengurus kami,” terang Syam.

“Ketidak puasan ini terjadi hingga muncula akte mereka dan kita ketahui pada saat kita mengklaim untuk mencairkan cek untuk raker dimulan maret. Disana kita kaget ternyata spacementnya sudah diganti dengan pengurus mereka,” lanjutnya.

Syam pun berharap agar polemic ini segera usai dan mengikuti jalur hukum yang berlaku agar Asphurindo bisa kembali fokus dalam menjalankan fungsinya sebagai asosiasi yang menaungi para biro perjalanan haji dan umrah dan melayani jamaah.

“Semoga Press Conference ini yang terakhir dengan hasil yang lebih baik lagi agar tidak ada permasalahan yang timbul dikemudian hari dengan maksud untuk melanjutkan tali silaturahmi diantara anggota Asphurindo,” harapnya.

LEAVE A REPLY