Polisi Diminta Segera Tangkap Dua Tersangka Pemalsuan Kepengurusan Asphurindo

0
303
Ketua Umum Asphurindo (versi Munas Bogor) Syam Resfiadi dan Kuasa Hukum Razman Arif Nasiution saat sesi Jumpa Pers. (fotto:hun)
Ketua Umum Asphurindo (versi Munas Bogor) Syam Resfiadi dan Kuasa Hukum Razman Arif Nasiution saat sesi Jumpa Pers. (fotto:hun)

HAJIUMRAHNEWS-Kuasa Hukum tetap Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (dari kubu Syam Resfiadi) Razman Arif Nasution meminta agar pihak kepolisian segera menangkap dua tersangka (dari Asphurindo Kubu Magnatis Chaidir) yang telah terbukti melakukan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam Akta otentik dan pemalsuan akta otentik sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP.

“SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) per 20 Oktober 2017 sudah ada ditangan kita. Disitu dicantumkan bahwa telah dilakukan gelar perkara pada tanggal 13 Oktober 2017, dengan kesimpulan bahwa berdasarkan pada dua alat bukti yang cukup Pihak kepolisian sudah menetapkan 2 tersangka yang terbukti melakukan pemalsuan dokumen akte otentik,” kata Razman dalam Konferensi Pers di kantor sekretariat Asphurindo di Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Sebelumnya Razman mengaku telah mengkonfirmasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait SP2HP per tanggal 20 Oktober 2017 dengan No: B/3337/X/2017/Ditreskrinum tersebut.

“Saya selaku kuasa hukum tetap Asphurindo (kubu Syam Resfiadi .red) sudah berkordinasi  dengan pihak Polda Metro Jaya . Saya Ketemu Kanit Kriminal Umum Pak Yusri Kompong, saya juga ketemu Kasubdit I Harda AKBP Nur Edy. Apakah salah saya berkoordinasi? Tentu tidak. Karena lawyer itu kuasa hukum bertindak untuk dan atas nama klien. Maka Saya berkoordinasi dan memastikan apakah surat ini benar dan ternyata benar,” ujar Razman.

Dalam pertemuannya dengan pihak kepolisian Razman menyatakan bahwa pihak kepolisian akan segera memanggil kedua tersangka (dari kubu Magnatis Chaidir) untuk segera diproses secara hukum. Ia pun tak menampik adanya kemungkinan keterlibatan tersangka lain dalam pemalsuan akta otentik kepengurusan Asphurindo ini.

“Maka kalau ada pihak yang lain, kalau ada pihak yang menghalang-halangi atau diduga bekerjasama dengan oknum tertentu dikepolisian, kalau ada yang mempengaruhi atau ada permainan dan bisa kami buktikan, kita akan kejar sampai ke Bareskrim dan akan kita laporkan termasuk Kompolnas  dan Kapolri langsung,” tegas Razman.

Terkait Adanya Gugatan PTUN, Razman menilai gugatan PTUN dengan  tindak pidana dalam SP2HP itu sama sekali berbeda persoalan.

“Ini hal yang berbeda. Silahkan saja gugat ke PTUN  kita juga Banding. Bagaimana fungsi eksekutorial PTUN. Pidana ya pidana, PTUN ya PTUN nanti dilihat. Iya kan karena konsekuensinya beda-beda, ini hukum, hukuman fisik. Kamu melakukan tindak pidana pemalsuan gak sesua, ya perkara PTUN mengangggap administrative menang ini urusan lain kita liat nanti.  Tapi yang paling pokok adalah kita kejar ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY