Baduy Outbound, Destinasi Wisata yang Layak Dikunjungi

0
260
Kadis Pariwisata Banten, Ir Hj. Eneng (tengah) didampingi Pak Rohandi (kiri), Staff SDM Dinas Pariwisata, Riska (Assisten Kadis), Agus Hermawan, dan Nova Icandara Bagian Pemasaran Baduy Outbound.
Kadis Pariwisata Banten, Ir Hj. Eneng Nurcahyati (tengah) didampingi Rohandi (kiri), Staff SDM Dinas Pariwisata, Riska (Assisten Kadis), Agus Hermawan, dan Nova Icandara Bagian Pemasaran Baduy Outbound.

HAJIUMRAHNEWS – Untuk kesekian kalinya, Kawasan Wisata Baduy Outbound Serang mendapat kunjungan pihak-pihak terhormat dari jajaran pemerintahan. Kali ini, kawasan wisata ini kedatangan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Banten, yaitu Ir Hj. Eneng Nurcahyati pada 12 Februari 2018 pukul 14.35 WIB.

Eneng, panggilan akrabnya, memang sudah cukup lama mendengar tentang Kawasan Wisata Baduy Outbound, terutama dari rekan dan kolega. Karena itu, ia penasaran untuk melihatnya langsung suasana kawasan wisata ini. Ternyata, apa yang dilihatnya demikian yang didengarnya.

“Saya sebenarnya sudah lama sekali niat untuk datang ke Baduy Oubound. Jadi, sudah tahu lama. Bahkan, sebelum ini jadi pun Pak Hasan (owner Baduy Outbond) dulu pernah bercerita. Jadi, saya pikir selagi ada waktu kenapa tidak saya datang sekaligus tengok apa sih sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Baduy Outbound untuk sama-sama ke depan menjadi perhatian sebagai salah satu dinasti pariwisata,” ujar Eneng kepada hajiumrahnews.

Setelah datang dan melihat langsung Baduy Outbound, “Saya cukup takjub dengan tempat ini. Ini bisa menjadi rekomendasi wisata baik dinas/lembaga, sekolah ataupun keluarga untuk berlibur menikmati alam yang memang sudah tertata dengan rapi dan indah,” ujar ibu berjilbab dan berkacamata ini.

Eneng menambahkan, Baduy Outboound bisa menjadi solusi untuk kegiatan yang akan digelar.

“Jadi, sekarang tidak usah jauh-jauh. Ternyata cukup datang ke daerah ini. Dekat, terjangkau dan bersahabat,” ujarnya.

Dengan fakta ini, Dinas Pariwisata Provinsi Banten pun tidak menutup kemungkinan untuk melakukan sinergi dengan Baduy Outbound.

“Jika dimungkinkan harus bersinergi dengan dinas pariwisata. Karena apa? Saya pikir Baduy Outbound ini sudah punya sarana cottage, aula, dan sarana-sarana oubound yang lengkap, kenapa tidak? Karena ini juga bisa menjadi salah satu dinasti wisata baik berbasis outbound maupun edukasi,” ujarnya lebih lanjut.

Menurut Eneng, target Baduy Outbound ini bisa ke anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, bahkan para remaja dan untuk orang tua juga. Jadi semua segmen bisa masuk.

“Dengan view yang sangat indah sekali, ini bisa dijadikan satu destinasi,” ujar Eneng yang didampingi oleh beberapa staffnya ini.

“Saya sampaikan kepada masyarakat yang ada di Banten maupun yang ada di luar provinsi, bahkan jika terjangkau ke luar negeri, kenapa tidak ketika berkunjung ke Banten bisa juga memilih lokasi yang ada di Baros Kab. Serang ini untuk bisa menikmati dan menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh Baduy Outbound untuk berlibur atau meningkatkan kompetensi kemampuan, konsolidasi lembaga atau kantor maupun juga sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak tentang lingkungan maupun pertanian,” imbuh Eneng.

Lebih lanjut Eneng mengatakan, “Layak Baduy Outbound untuk didatangi sebagai salah satu objek yang memberikan kenyamanan. Dan insya Allah kepuasannya dijamin dengan pelayanan yang diberikan oleh seluruh manajemen Baduy Outbound.”

Menurut Agus Hermawan, Direktur Utama dari PT. Bisnis Banten yang mengelola Kawasan Wisata Baduy Outbound, kawasan wisata ini menawarkan 6 zona, yaitu:

Satu, Zona Terminal Ciboleger yang terdiri dari Gaido Mart, Rest Area Lapangan Parkir, Rawayan Café, Office, Saung Baduy, Toilet Umum, Tamana Kolam Ikan Background Baduy Outbound, Tugu peresmian, backdroup Selamat Datang, dan Gerbang Love.

Dua, Zona Kadu Ketug yang terdiri dari Aula Terbuka Serbaguna, 3 Unit Gazebo, Kolam Ikan lele, Tanda Panah Fasilitas, Pohom Air, Kolam Gurame, Kolam Mujair, dan Peternakan Ayam Pilihan.

Tiga, Zona Rawayan Kids yang terdiri dari beberapa permainan yang memang diperuntukkan untuk anak-anak.

Empat, Zona Cibeo yang terdiri dari Barak 1 & 2, Mushola, barak Mandi, Rest Area Lapangan Ice Breaking & Team Building, Tower Flying Fox, Patung Badak Bercula satu, Terowongan Pohon Cingcau, dan Taman Air Mancur, 1 Unit Gazebo.

Lima, Zona Cikertawana yang terdiri dari Taman Cottage, Cottage 1 & 2, Perkebunan Jagung, Jembatan Bambu, Kolam Renang, 1 Unit Gazebo, Perkebunan, Pohon Air, dan Area Permainan Zona Basah.

Enam, Zona Cikeusik yang terdiri dari Lap. Futsal, Area Pesawahan, Area Peternakan, Area Perkebunan, Lapangan Paint Ball, dan Tempat Pembuangan Sampah.

“Enam Zona tersebut memang kita ambil dari nama-nama yang ada di Baduy. Tidak bisa kita pungkiri bahwa budaya Baduy sangat erat kaitannya dengan Banten. Maka dari itu, kita harus ikut melestarikan budaya Baduy dan kita ejawantahkan dalam program yang kita kemas di Kawasan Wisata Baduy Outbound ini,” ujar Agus pada hajiumrahnews. (Kun)

 

 

LEAVE A REPLY