Hasan Gaido: Kita Yakin Indonesia akan Menjadi Sentra Ekonomi Syariah Dunia

0
96
M. Hasan Gaido, Ceo Gaido Group, saat menjadi pembicara (narasumber) dalam Dialog Terbuka di Ballroom Lumire Hotel, Sabtu, 10 Februari 2018
M. Hasan Gaido, Ceo Gaido Group, saat menjadi pembicara (narasumber) dalam Dialog Terbuka “Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia” di Ballroom Lumire Hotel, Sabtu, 10 Februari 2018.

HAJIUMRAHNEWS – Dalam dialog terbuka berjudul “Indonesia Sentral Ekonomi Syariah Dunia” di Ballroom, Lumire Hotel, Sabtu, 10 Februari 2018 yang diinisiasi oleh Gaido Group dalam rangka menyambut HUT ke-15 Gaido Travel & Tours, salah satu tampil sebagai pembicaranya adalah M. Hasan Gaido yang tak lain merupakan CEO dari Gaido Group itu sendiri.

Dalam pemaparannya, M. Hasan Gaido menitikberatkan pada perkembangan bisnis syariah di Indonesia dan bagaimana menjadi pengusaha sukses dengan sistem bisnis syariah?

Menurut Hasan, bisnis syariah adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik berdasarkan perintah Allah swt yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya sampai sekarang.

Karena itu, “Hukum ekonomi syariah adalah modal secukupnya untung sewajarnya dengan proses berkarir agar karyawan secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Hasan, landasan bisnis syariah jelas dari Alquran dan Alhadits. Dalam Alquran Allah berfirman, “Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat lainnya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)

Sementara itu hadits yang dijadikan landasan Hasan tentang pentingnya bisnis syariah ini adalah “Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti).” (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, dan ad-Daruquthni)

Dan, “Kalau keduanya (pedagang dan pembeli) bersifat jujur dan menjelaskan (keadaan barang dagangan atau uang pembayaran), maka Allah akan memberkahi keduanya dalam jual beli tersebut. Akan tetapi kalau keduanya berdusta dan menyembunyikan (hal tersebut), maka akan hilang keberkahan jual beli tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ada satu nilai penting dari bisnis syariah, kata Hasan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas, yaitu jujur dan amanah (terpercaya).  Nilai ini menjadi karakter fundamental dari sebuah bisnis syariah. Sehingga apabila diterapkan dalam dunia bisnis, dia akan bisa menjadi pengusaha yang sukses.

Karena itu, “Mari kita fokuskan diri untuk menjadi pengusaha sukses dengan sistem bisnis syariah,” ujarnya.

Potensi Besar

Menurut Hasan, Indonesia punya potensi besar untuk menjadi sentral ekonomi syariah dunia. Apalagi, sekarang pemerintah telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pembentukan KNKS sendiri sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

KNKS dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah. KNKS dipimpin langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden, dan memiliki kelengkapan Dewan Pengarah yang beranggotakan sepuluh pimpinan dari unsur pemerintahan dan otoritas terkait dan manajemen eksekutif.

Dengan fakta itu dan ditambah dengan mayoritas warga Indonesia yang beragama Islam, maka Indonesia punya potensi besar untuk menjadi  sentra ekonomi syariah dunia ke depan. Sayangnya, “Pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia saat ini masih relatif kecil, yaitu baru sebesar 5,3% terhadap industri perbankan nasional,” ujar Hasan.

Kondisi ini, kata Hasan, masih ketinggalan jauh dengan Malaysia (23,8%), Arab Saudi (51,1%) dan Uni Emirat Arab (19,6%).

Isu Dunia

Karena itu, penting bagi kita untuk menerapkan dan menjalankan halal lifestyle. “Dan bicara tentang halal lifestyle, sesungguhnya ia sudah menjadi isu dunia. Kalau belum menjadi isu dunia, Indonesia tidak akan ribut,” ujar Hasan dengan intonasi khasnya: tegas dan jelas.

Karena itu, Hasan kembali menegaskan soal fakta ini.

“Indonesia adalah mayoritas muslim terbesar di dunia, ya. Apakah sudah terdepan? Belum. Jepang itu sudah. Mohon maaf! Dengan Malaysia, (Jepang) sudah ada kerja sama tentang halal tourisme. Orang Indonesia-nya plango-plongo,” kata Hasan.

Lebih lanjut Hasan mengatakan, “Kalau gak percaya, orang Indonesia masuk masjid, di depan itu pasti masih kosong. Karena orang Indonesia suka di belakang, ngobrol-ngobrol gak jelas. Dan saya meyakini, ketika masuk masjid lewat aja terus karena di depan pasti kosong.”

Karena itu, “Saya punya gagasan kenapa Indonesia harus menjadi sentra ekonomi syariah di dunia pada tahun 2045. Orang sampai gagal paham loh, kok bisa Pak Hasan! Ya bisa. Kalau Anda, mikir aja gak, mencoba juga gak. Mendingan saya mikir, kalau gak sampai juga gak papa,” ujarnya tertawa.

Yang penting, harap Hasan, “Sekarang bagaimana kepedulian kita bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia menjadi sentra ekonomi syariah dunia. Yuk kita mulai dari diri kita sendiri.”

Mengapa?

“Karena kita sangat meyakini bahwa Indonesia akan menjadi sentra ekonomi syariah dunia,” ujar Hasan. (Kun)

LEAVE A REPLY