Merasa Difitnah, PT. GAM Laporkan Pengacara Jamaah Umrah

0
33

biro Umrah Terburuk 2017 (5)HAJIUMRAHNEWS – Niat untuk membantu jamaah umrah PT GAM (Garuda Angkasa Mandiri) yang gagal berangkat, justru ia dilaporkan oleh perusahaan itu karena dinilai telah melakukan sebuah fitnah.

M. Zakir Rasidin adalah pengacara dari 500 jamaah umrah korban dugaan penipuan PT GAM. Namun, dia kemudian dilaporkan oleh PT GAM karena menuduh KH Mahfudz Abdullah (Pemilik PT GAM) telah mendirikan perusahaan baru (PT MWZ) yang dikelola oleh istrinya untuk mencari jamaah baru.

Padahal, seperti yang disampaikan oleh pengacara PT GAM, Ardy Mau, kedua perusahaan itu hanya bekerja sama dalam memberangkatkan jamaah yang belum sempat diberangkatkan oleh PT GAM.

“Kami melaporkan M Zakir pengacara dari Ratna (korban PT GAM) terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap PT MWZ (Manidatulhujjah Wisata Ziarah) yang mengaitkan PT MWZ dengan PT GAM cari jemaah,” Kata pengacara PT MWZ, Ardy Mau, di gedung KKP, Bareskrim, Jalan Merdeka Timur, Kamis (8/2/2018).

Lebih lanjut Ardy mengatakan, “Kalau bicara PT kepengurusan tidak ada kaitan, keuangan tidak ada kaitan. Dalam kasus PT GAM itu kan urusan PT GAM. PT MWZ ini nggak ada hubungannya dengan PT GAM. Hanya memberangkatkan jamaah yang belum diberangkatkan PT GAM saja,” imbuh Ardy.

Ardy juga membantah jajaran direksi PT MWZ masih memiliki hubungan keluarga dengan PT GAM. Sebaliknya, menurut Ardy, ada 300 jamaah PT GAM yang akan diberangkatkan pihaknya.

“Tidak ada (hubungan keluarga). Kami sudah dilaksanakan (memberangkatkan) 300 jemaah dan kami masih menunggu kurang-lebih 300 jamaah lagi,” ujar Ardy.

Ardy menilai, akibat pernyataan Zakir, kinerja PT MWZ terganggu. Kepercayaan masyarakat juga menjadi berkurang. Apalagi PT GAM tengah dihadapkan dengan suatu masalah.

“Kerugian secara psikis akan mengganggu kinerja dari perusahaan. Calon jamaah yang mempercayakan untuk memberangkatkan umrah jadi lunturlah. Apalagi PT GAM lagi bermasalah. Direkturnya, Hazilah Amin, keberatan,” ujar dia.

Adry mengatakan telah memberikan sejumlah berkas berupa pernyataan Zakir di sejumlah media massa sebagai bukti laporannya.

Laporan Ardy diterima Bareskrim dengan nomor LP/202/II/2018/Bareskrim tertanggal 8 Februari 2018. Zakir dituduh melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dan penghinaan sesuai Pasal 310 dan 311 KUHP UU ITE. (Kun)

LEAVE A REPLY