Pengakuan Sabica Khan yang Dilecehkan Saat di Tanah Suci

0
189

5a792e0258dce-pengakuan-pelecehan-seksual-di-mekah_663_382HAJIUMRAHNEWS – Hari Jumat, 2 Februari 2018, seorang wanita Pakistan bernama Sabica Khan mengejutkan linimasa Facebook karena statusnya tentang pelecehan seksual yang dialami dirinya saat melakukan thawaf di tanah suci. Ia menulis demikian:

*I was afraid to share this because it might hurt your religious sentiments*.

While performing my tawaaf around the Kaaba after isha prayer, something really weird happened. It was my 3rd tawaf, and I felt a hand on my waist. I thought it was just an innocent mistake. I completely ignored. Then… I felt it again. It made me feel very uncomfortable. I kept moving. During my 6th tawaf I suddenly felt something aggressively poking my butt, I froze, unsure of whether it was intentional. I ignored and just kept moving slowly because the crowd was huge. I even tried to turn around but woefully couldn’t. When I reached the Yemeni corner, someone tried to grab and pinch my butt. I decided to stop there. Grabbed his hand and threw it off me *couldn’t move or turn around* I was literally petrified. Couldn’t even escape, so I stood, and turned around as much as I could, to see what’s happening, I turned around but… couldn’t see who it was.
I felt so violated. I felt unable to speak out. Stayed quiet because I knew no one would trust me, or nobody would take it seriously, except my mum. So I told her everything when I returned to the hotel room. She was incredibly confused and devastated. After this incident, she never allowed me to go there again alone.

It’s sad to say that you are not even safe at holy places. I’ve been harrased, not once, not twice , but thrice. My entire experience at the holy city is overshadowed by this horrible incident.

I believe it’s totally okay and important to be open about harassment.
Don’t know how many of you had similar experience there but this incident has unfortunately left me feeling upset.

Jika diterjemahkan, kira-kira kalimat di atas seperti ini:

*Saya takut berbagi ini karena mungkin menyakiti sentimen agama Anda *.

Sambil melaksanakan ibadah haji di sekitar Ka’bah setelah shalat Isya, sesuatu yang benar-benar aneh terjadi. Ini adalah tawaf ke-3 saya, dan saya merasa tangan di pinggang saya. Saya pikir itu hanya kesalahan yang tidak bersalah. Aku benar-benar diabaikan. Lalu… aku merasakannya lagi. Itu membuatku merasa sangat tidak nyaman. Aku terus bergerak. Selama tawaf ke-6 saya tiba-tiba merasakan sesuatu yang agresif menusuk pantatku, saya membeku, tidak yakin apakah itu disengaja. Aku mengabaikan dan terus bergerak perlahan-lahan karena kerumunan itu besar. Aku bahkan mencoba untuk berbalik tapi belaian tidak bisa. Ketika saya mencapai sudut Yaman, seseorang mencoba untuk mengambil dan mencubit pantatku. Aku memutuskan untuk berhenti di sana. Meraih tangannya dan membuangnya dariku * tidak bisa bergerak atau berbalik * aku benar-benar membatu. Bahkan tidak bisa melarikan diri, jadi aku berdiri, dan berbalik sebanyak yang aku bisa, untuk melihat apa yang terjadi, aku berbalik tapi… tidak bisa melihat siapa itu.
Aku merasa begitu dilanggar. Aku merasa tak bisa bicara. Tetap tenang karena aku tahu tidak ada yang akan percaya padaku, atau tidak ada yang akan serius, kecuali ibuku. Jadi aku menceritakan semuanya ketika aku kembali ke kamar hotel. Dia sangat bingung dan hancur. Setelah kejadian ini, dia tidak pernah membiarkan aku pergi ke sana lagi sendirian.

Sedih untuk mengatakan bahwa Anda bahkan tidak aman di tempat suci. Aku sudah dilecehkan, tidak sekali, tidak dua kali, tapi tiga kali. Seluruh pengalaman saya di kota kudus dibayangi oleh kejadian mengerikan ini.

Aku percaya itu benar-benar baik-baik saja dan penting untuk terbuka tentang pelecehan.
Tidak tahu berapa banyak dari Anda memiliki pengalaman serupa di sana tapi kejadian ini sayangnya meninggalkan saya merasa kesal.

Demikian curhatan Sabica Khan di linimasa akun fesbuknya. Banyak respon dari netizen tentang status ini. Hingga tulisan ini dibuat, sudah sekitar 2500 orang membagikannya dan 4500 yang nge-like. Sebuah pertanda bahwa tulisan ini menarik perhatian banyak orang.

Banyak netizen yang memberikan dukungan moral.

“Kau tidak sendirian. Itu terjadi padaku juga. Dua kali, ketika saya mencoba untuk menyentuh hajar aswad,” tulis akun bernama Tooba Khan.

“Aku sangat bangga padamu karena menyuarakan hal ini,” tulis akun lainnya bernama Rabeea Yousuf.

Kita tidak bisa memberikan penilaian pasti soal peristiwa tersebut. Apakah itu benar perbuatan tangan jahil manusia ataukah peristiwa terjadi di luar nalar? Keduanya bisa saja benar. Sebab, di tanah suci memang seringkali hal-hal di luar nalar terjadi.

Yang jelas, jika memang itu dilakukan oleh tangan jahil manusia, sungguh perbuatan yang sangat tidak pantas. Di tanah lain saja tidak boleh, apalagi di tanah suci. Semoga pelakunya segera menyadari kesalahannya dan bertaubat. (Kun)

 

LEAVE A REPLY