Pembatasan Quota Haji Tidak Masuk Akal

0
176
Dengan dibatasinnya quota haji menunjukkan bahwa Arab Saudi tak mampu menyelenggarakan ibadah haji
Dengan dibatasinya quota haji menunjukkan bahwa Arab Saudi tak mampu menyelenggarakan ibadah haji

HAJIUMRAHNEWS – Masih tentang Konferensi Internasional Haji yang diselenggarakan di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Jakarta (25/1/18), salah seorang pembicara saat itu yang bernama Farizal Marlius, Wakil Rektor Universitas Islam Ibnu Khaldun, mencoba untuk berbicara tentang quota haji. Menurutnya, quota haji yang selama ini berlangsung tidak ada masalah. Sebab, hal itu telah dibicarakan di OKI (Organisasi Kerjasama Islam).

Namun, hal ini ditanggapi oleh Mujtahid Hashem, intelektual Muslim. Menurutnya, semestinya (bisa saja) permasalahan quota haji ini dibicarakan antara Saudi dengan negara-negara Islam lainnya, bukan dimonopoli oleh negara petro dolar tersebut. Apa yang selama ini terjadi (pembatasan quota), katanya, menunjukkan bahwa Saudi tidak mampu mengelola penyelenggaraan ibadah haji.

“Coba bayangkan! Ormas Jamaah Tabligh bisa selenggarakan internasional gathering 5 jt orang. Ziarah Arbain karbala dengan panitia rakyat najaf dan Karbala bisa menerima 40 juta peziarah. Saudi, 100 tahun lebih berkuasa tapi membatasi orang berhaji dengan istilah quota. Ini tidak masuk akal bagi orang yang berfikir merdeka,” tegas Mujtahid.

Lebih jauh Mujtahid memberikan ilustrasi kepada peserta, jika Anda membangun masjid bisa menampung 1000 orang untuk shalat, lalu di tahun kedua ternyata jamaah membludak sampai 2000 orang, apakah panitia layak memberikan visa buat si A hari ini visa shalat si B hari berikutnya?

“Pasti Anda akan cepat berfikir memperluas. Saudi tidak kekurangan uang, karena miliaran dolar masuk ke kas Saudi dari visa saja. Tidak ada penjelasan lagi kecuali memang Saudi anti penyelenggaraan haji karena bisa menggangu dominasinya di Makkah dan Madinah,” tandas Mujtahid.

Konferensi yang sempat dibatalkan di UIN karena tekanan Kedutaan Saudi ini berakhir dengan komitmen bersama menggalang dukungan untuk menghentikan politisasi haji oleh keluarga Saudi.

Sebelumnya, acara Konferensi HMI dapat Tekanan dari Kedutaan Saudi di Jakarta. Acara Konferensi bertajuk “Peran Umat Islam dalam Pengelolaan Pelaksanaan Haji dan Menjaga Situs-situs Sejarah Islam” yang rencananya diselenggarakan di UIN Jakarta, 25 Januari 2018 terpaksa pindah lokasi karena pihak rektorat minta acara tersebut dibatalkan. (Kun)

LEAVE A REPLY