Haji Milik Umat Islam, Bukan Arab Saudi

0
115

biro Umrah Terburuk 2017HAJIUMRAHNEWS – Telah diketahui bersama bahwa sudah hampir satu abad Arab Saudi mengelola penyelenggaraan ibadah haji. Selama itu pula ada pro dan kontra dalam pelaksanaannya. Yang jadi isu terhangat hingga sekarang adalah soal pembatasan quota haji. Bagi sebagian orang, hal ini tidak masuk akal. Dengan kata lain, seharusnya masalah seperti ini sudah bisa diatasi sejak dahulu.

Karena fakta itu, tak sedikit kaum muslimin atau organisasi keislaman yang menggugat monopoli penyelenggaraan ibadah haji oleh Arab Saudi. Sebab, haji bukanlah milik Arab Saudi tapi umat Islam seluruh dunia, meski tempat pelaksanaannya berada di negeri Arab (Mekah dan Madinah).

Ketika ada wacana untuk menggugat soal penyelenggaraan ibadah haji tersebut seringkali ada upaya untuk menggagalkannya. Hal ini terjadi pada acara Konferensi Internasional Haji yang semula dilangsungkan di UIN Jakarta, tapi dibatalkan dan akhirnya dipindahkan ke Universitas Indonesia.

Hal ini pun mengundang tanda tanya panitia, “Saya tanya kenapa? Karena Arab Saudi tidak mau acara ini berlangsung,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, Ziyad Abdul Malik.

Lebih lanjut Ziyad mengatakan, “Saya tidak menyerah. Saya akan terus mengadakan acara-acara seperti ini karena ini merupakan kebebasan kita sebagai mahasiswa untuk mengkaji segala ilmu. Dengan sikap seperti itu Arab Saudi telah mencampuri kedaulatan kita sebagai rakyat Indonesia yang merdeka.”

Acara seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka membicarakan tentang pengelolaan haji yang dilakukan Arab Saudi selama ini, serta membahas persoalan situs-situs peninggalan Islam di Arab Saudi yang bukan hanya tidak dijaga malah justru banyak dihancurkan. Seperti makam sahabat-sahabat dan keluarga nabi di makam baqi’ yang diratakan oleh rezim yang berkuasa yakni Saudi.

“Kita perlu membuka wawasan kita dan juga meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya bahwa haji ini bukan cuma milik Arab Saudi. Tapi haji adalah milik semua umat Islam. Dan kita semua berhak ikut mengelolanya apabila yang mengelola hari ini tidak becus mengelolanya,” ungkap Ziyad.

 

LEAVE A REPLY