Shujaat Ali: Saudi Anti Islam

0
47

biro Umrah Terburuk 2017 (3)HAJIUMRAHNEWS – Pada tanggal 25 Januari 2018, empat hari yang lalu, diselenggarakan Konferensi Internasional Haji di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Jakarta. Konferensi yang terselenggara berkat kerjasama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Garda Suci Merah Putih dan Hamarain Watch ini membicarakan soal dominasi Saudi dalam pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Sayuti Asyathri, intelektual Muslim yang jadi pembicara, haji memiliki dimensi sosial dan politik. Jika mengacu pada peristiwa Khaibar (benteng terbesar Yahudi pada jaman Rasulullah yang dikalahkan oleh panglima Sayyida Ali Bin Abi Thalib) maka kita bisa belajar bahwa pengaruh internasional dan intrik politik pada zaman kenabian bahkan ada sebelum kemunculan Nabi Muhammad SAW.

Kita bisa juga mengingat peristiwa lahirnya Nabi Muhammad yang dibarengi dengan hancurnya pasukan gajah yang dipimpin Abrahah. Dalam konteks saat ini maka Makkah dan Madinah dan penyelenggaraan haji tak lepas dari turbulensi politik yang terjadi di dunia.

Sebagai Sekjen Garda Suci Merah Putih, Mujtahid Hashem mencoba menanggapi ungkapan Sayuti Asytari di sela konferensi. Menurut Hashem, dalam konteks kekinian Khaibar adalah Israel dan ekspedisi Abrahah adalah militer Amerika dan NATO yang mengamankan negara-negara Teluk.

“Memang Amerika tidak berusaha menghancurkan Kakbah secara fisik, namun ikut menjaga jangan sampai haji digunakan untuk melawan kepentingannya di dunia Islam,” tandas Mujtahid.

Sementara itu, Shujaat Ali, Presiden Muslim Student Association, India lebih menyoroti bangunan sejarah yang telah banyak dihancurkan oleh rezim Saudi. Peninggalan sejarah yang mengingatkan pada kehidupan Rasulullah banyak dihancurkan, bukan karena ketidaktahuan namun karena kesengajaan Saudi dengan alasan melebarkan komplek haji atau membangun hotel dan restoran McD.

“Hanya sedikit muslim yang sadar bahwa kebijakan yang dilakukan Saudi sengaja menghilangkan peninggalan sejarah Islam, karena memang Saudi anti Islam. Mengklaim Islam tapi perilaku politiknya anti Islam, mengaku pelayan haji tapi sebenarnya anti haji dengan menghilangkan tujuan agung ibadah Haji,” kata Shujaat. (Kun)

 

LEAVE A REPLY