Ulama dan Mufti Suriah Kunjungi Indonesia

0
326
Habib Luthfi menerima kunjungan dri ulama dan mufti Suriah. (foto:tazakka media center)
Habib Luthfi menerima kunjungan dri ulama dan mufti Suriah. (foto:tazakka media center)

HAJIUMRAHNEWS-Empat Ulama dan Mufti Damaskus (Syiria) melakukan kunjungan ke Indonesia selama sepuluh hari pada 15-24 Januari 2018. Keempat ulama tersebut antara lain Syekh Umar Rajab Dieb, Syekh Mahmud Syahadah, Syekh Adnan al-Afyuni dan Syekh Muhammad Rajab Dieb.

Kunjungan keempat ulama tersebut adalah untuk menghadiri sejumlah agenda penting keagamaan di Indonesia seperti Muktamar Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) yang ke-12 di Pekalongan pada 14 -18 Januari 2017, Konferensi Internasional Imam Ghozali pada 19-20 Januari di Jakarta serta mengunjungi sejumlah pesantren-pesantren di Indonesia.

Kedatangan keempat ulama masyhur dari Syiria tersebut sangat disambut baik oleh masyarakat Indonesia. Rais Am JATMAN Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menerima secara langsung kedatangan keempat ulama tersebut ke Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Habib Luthfi mengatakan para ulama dari Syiria ini adalah keluarga dan santri dari seorang guru besar asal Syiria, yakni almarhum DR. Syaikh Rajab Dieb. Di kesempatan yang sama, mereka sempat berbincang soal masalah umat, mahabbah kepada Nabi Muhammad, dan pengalaman spiritual mereka dengan Rasulullah, serta pesan orangtua dan guru mereka almarhum DR. Syekh Rajab Dieb tentang Maulana Habib Luthfi.

Mufti Damaskus Syaikh Dr. Adnan Afyouni, dalam sebuah wawancara dengan awak media  menegaskan  persahabatan Suriah-Indonesia sangatlah erat, bahkan Suriah negara pertama yang mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Ia pun mengapresiasi Pemerintah Indonesia, ketika Suriah dalam keadaan krisispun, Indonesia tidak meninggalkan Suriah, Indonesia adalah sahabat sejati bagi Suriah

“Duta Besar Indonesia sampai saat ini masih berada di Damaskus, dan tidak pernah meninggalkan Suriah”, kata dia.

Sementara itu, Syaikh Muhammad Rajab mengingatkan akan pentingnya mencintai bangsa dan negara, sebagaimana dalam hadits Rosul; Cinta tanah air bagian dari keimanan. Ia menambahkan bahwa menjadi manusia harus berprestasi, sukses di dunia dan akhirat, menjadi teladan bagi masyarakatnya dan bermanfaat bagi yang lain.

 

LEAVE A REPLY