BPIH Tahun Ini  Diprediksi Naik Jadi Rp. 35.97 Juta

0
332
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. (foto:ist)
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. (foto:ist)

HAJIUMRHNEWS-Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin telah memprediksi bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini akan mengalami kenaikan sebesar 2,58 persen atau Rp 900.670. Kenaikan ini menurut Menag dirasa wajar mengingat adanya penarikan pajak 5% dari Pemerintah Arab Saudi dan juga harga bahan bakar avtur yang kian naik.

Dengan demikian, rata rata BPIH naik 0.90 persen atau sebesar Rp. 35,79 juta dari rata-rata BPIH tahun lalu sebanyak 34,89 juta.

“Adanya kebijakan pajak baru dari pemerintah Arab tak bisa diganggu gugat. Hal ini sama seperti ketika negara kita menetapkan kenaikan pajak,” kata Menag Lukman Rapat Kerja Menteri Agama dengan Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (22/01).

Menag Lukman menyetakan selain dua komponen di atas, kenaikan BPIH juga dikarenakan adanya penambahan konsumsi bangi jamaah haji yang semula hanyak 30 kali menjadi 50 kali di tahun ini.

Meski mengalami kenaikan, berdasar pada survey langsung kepada jamaah haji, hal ini dirasa tak akan memberatkan jamaah. Dengan catatan, kenaikan yang terjadi juga seimbang dengan kenaikan fasilitas yang didapat oleh jamaah.

“Sebenarnya sebagian besar mereka, hakekatnya tidak terlalu bermasalah kalau biaya haji naik. selama kualitas pelayanan naik dan rasional,” papar Menag.

Terkait prediksi kenaikan BPIH di atas, dikatakan Menag  hanyalah prediksi awal dari Kementerian Agama. Bisa jadi setelah adanya pembahasan Panja BPIH dengan Komisi VIII DPR, biaya tersebut akan mengalami perubahan.

“Tentu masih ada peluang penurunan. Kami akan terus hitung ini mana yang bisa diefisienkan. Saya juga meminta masukan dari Komisi 8 dan Panja terkait biaya ini,” tegas Menag.

 

LEAVE A REPLY