Terkait Pencabutan Subsidi, Organisasi Islam India Berharap Agar Harga Penerbangan Tetap Kompetitif

0
45

biro Umrah Terburuk 2017 (3)HAJIUMRAHNEWS – Sekali lagi, ini bicara soal subsidi ibadah haji yang telah dicabut oleh pemerintah India per Januari 2018 ini. Tampaknya, kebijakan ini akan berdampak pada gairah umat Islam India untuk pergih haji, khususnya orang miskin, meski tak terlalu besar.

Karena itu, hal ini harus dipikirkan bersama untuk mencari titik temu dan jalan tengah. Pasalnya, meski bagaimanapun, adanya subsidi tentu jauh lebih meringankan beban orang ketika ingin pergi haji –terlepas dari adanya kepentingan ataukah tidak.

Berbagai desakan telah dilakukan oleh sekelompok organisasi Islam di India baru-baru ini untuk menanggapi kebijakan ini. Organisasi Muslim terkemuka di sana, seperti Jamat-e-Islami Hind (JIH), All India Muslim Personal Law Board (AIMPLB), dan Jamiat Ulema-e-Hind belum lama ini meminta maskapai penerbangan di India agar bisa memberikan penawaran harga yang kompetitif untuk melayani musim haji 2018.

Sebab, diakui oleh Sekjen JIH Muhammad Salim Engineer bahwa penarikan subsidi tersebut akan berimbas pada peningkatan biaya keseluruhan haji. Kebijakan itu sangat berdampak pada masyarakat yang kurang mampu.

“Kesan palsu dibuat, subsidi ini adalah penyesatan komunitas Muslim dan menyeret uang pembayar pajak. Namun kenyataannya subsidi ini adalah pembayaran yang diambil dari haji India dan diberikan kepada maskapai penerbangan nasional Air India,” kata Salim.

Ia mendesak agar pemerintah berkenan membuka diri untuk memberikan kesempatan pada penerbangan lain bisa terlibat. Sebab, harga yang ditawarkan oleh Air India sebagai penerbangan tunggal jamaah haji dinilai masih terlalu mahal.

Bayangkan saja, untuk penerbangan normal (hari-hari biasa), tiket Jeddah dari Delhi hanya menghabiskan biaya sekitar 35 ribu rupee sampai 40 ribu rupee, tergantung dari titik mana calon jamaah tersebut berangkat. Namun, di musim haji harga itu meningkat tajam menjadi 65 ribu rupee hingga 1 lakh (100 ribu).

Harga ini sudah tidak normal. Air India menjadi pemain tunggal di sini, jadi ia merasa bisa memainkan harga. Jalan satu-satunya adalah, “Pemerintah harus mengambang tender global untuk menyewa maskapai penerbangan untuk haji,” ujar Salim.

Di balik semuanya itu, Salim justru mempertanyakan alasan pemerintah yang tak pernah membuka tender terbuka selama ini. Padahal, Air India seringkali mendapatkan protes dari muslim setempat.

Presiden JUHM Maulana Syed Qari Mohammed Usman juga mendesak maskapai yang melayani penerbangan ke Jeddah, mengajukan harga kompetitif mengangkut calon jamaah haji.

Ia menilai selama ini peruntukan subsidi tidak tepat sasaran. Ia mengatakan, umat Muslim telah lama menuntut tender terbuka bagi maskapai penerbangan. (Kun)

LEAVE A REPLY