Akhirnya Kemenag Yogyakarta Menutup 20 Biro Umrah di Daerahnya

0
139

biro Umrah Terburuk 2017 (4)HAJIUMRAHNEWS – Tragedi penutupan biro haji dan umrah kembali terjadi. Kali ini datang dari daerah Jawa bagian tengah, tepatnya Yogyakarta. Ada sekitar 20 biro haji dan umrah di kota gudeg tersebut yang ditutup oleh Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama aparat kepolisian karena alasan ilegal alias tak berizin.

Fakta ini tentu saja memiriskan hati kita. Ternyata, masih banyak biro haji dan umrah yang belum berizin. Tampaknya, kasus First Travel dan kawan-kawannya seperti Hannien Tour dan yang lainnya (dalam masalah) menjadi kotak pandora bagi Kemenag untuk menindas tegas biro-biro yang tak berizin.

Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY Noor Hamid di Yogyakarta, Sabtu (20/1/2018), kedua puluh biro itu sedang dalam pengawasan karena belum dapat izin. Mereka dilarang melakukan perekrutan jamaah haji dan umrah terlebih dahulu hingga izin itu keluar.

Di antara 20 travel atau biro yang bermasalah itu, ada yang mengaku sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan sebagian lainnya sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Padahal, setelah ditelusuri mereka hanya memiliki izin sebagai travel wisata. Ironinya, di antara mereka ada yang sudah berjalan dua tahun, bahkan empat tahun.

Dalam prakteknya, mereka terkadang menumpang biro lain yang telah berizin. “Jadi mereka semacam pengepul saja sebenarnya,” ujar Hamid lebih lanjut.

Awalnya ada 25 biro yang diawasi. Namun, hingga kesempatan yang diberikan sampai awal Januari 2018, hanya 5 biro yang bisa mengurus proses perizinannya. Akhirnya, yang 5 selamat dan yang 20 ditutup sementara.

Untuk melancarkan proses pengawasan ini, Kemenag melibatkan Satpol PP. “Kami juga melibatkan (Satpol PP) agar mereka bisa langsung mencopot apabila biro-biro ilegal itu memasang papan nama atau menawarkan jasa melalui baliho dan spanduk,” kata dia.

Dari kasus ini Hamid berharap agar masyarakat semakin jeli ketika memilih biro haji dan umrah. Lihat dulu proses perizinannya, setelah itu berapa harga yang ditawarkan. “Kalau sudah di bawah Rp20 juta kemungkinan besar bodong,” ujarnya mengakhiri. (Kun)

LEAVE A REPLY