Ada 127 Biro Umrah di Solo Belum Berizin

0
122

biro Umrah Terburuk 2017 (1)HAJIUMRAHNEWS – Tampaknya, bisnis biro umrah masih menjadi incaran banyak orang. Selain untung yang menggiurkan, nasabah (orang umrah) juga tak pernah habis setiap tahunnya, bahkan terus bertambah.

Efeknya, banyak biro umrah yang belum mengantongi izin jualan, tapi sudah berani mengajak jamaah untuk pergi ke tanah suci. Ternyata, hal ini sangat banyak terjadi di sekitar kita dan sudah berlangsung lebih dari satu tahun.

Di Solo saja, sedikitnya ada sekitar 127 biro umrah yang belum mengantongi izin dari Kemenag Jawa Tengah. Hal ini diketahui setelah Kemenag melakukan pendataan setiap biro yang melayani perjalanan umrah dan haji di Kota Bengawan.

Menurut Rosyid Ali Safitri, Kasi Perjalanan Haji dan Umrah Kemenag Solo, pendataan dilakukan setelah heboh kasus penipuan dan penggelapan oleh biro umrah dan haji PT Utsmaniyah Hannien Tour.

“Ada 127 biro umrah di Solo belum izin di Kemenag Jawa Tengah. Mereka hanya mengantongi izin dari pusat saja,” ujar Rosyid, Jumat (19/1).

Rosyid menerangkan, usai kasus Hannien Tour, pihaknya menerjunkan petugas untuk melakukan penyisiran dan pendataan terhadap biro umrah di Solo. Hasilnya sekitar 127 biro yang punya kantor cabang di Solo ternyata belum mengantongi izin dari kantor wilayah Kemenag Provinsi.

“Izin dari wilayah, termasuk Kemenag Solo juga belum ada. Padahal izin ini harus dimiliki setiap biro perjalanan yang membuka kantor cabangnya di Solo,” tandasnya.

Selidik punya selidik, menurut Rosyid, karena mereka beranggapan bahwa izin dari pusat sudah cukup. Padahal, bagi kantor cabang perlu untuk mendapatkan izin dari Kemenag wilayah (Provinsi). Untuk itu, pihaknya berencana untuk mengundang pengurus kantor cabang tersebut.

“Kami akan mengundang mereka untuk memberikan pengarahan terkait prosedur perizinan yang harus dilengkapi saat beroperasi di Kota Solo,” katanya.

Lebih lanjut Rosyid mengemukakan, izin dari Kanwil Kemenag tersebut menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi. Sehingga jika masih ada yang belum memiliki izin, operasional biro perjalanan tersebut dianggap menyalahi aturan yang berlaku.

“Rata-rata kantor cabang biro perjalanan umrah yang belum memiliki izin ini sudah lebih dari dua tahun. Kami akan memberikan pengarahan kepada para pengurus biro jasa tersebut, agar mereka segera melengkapi persyaratan untuk bisa beroperasi di Kota Solo,” ucapnya.

Langkah ini perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meminimalisir, jika belum bisa menghilangkan, kasus-kasus serupa yang terjadi pada Hannien Tour. Sehingga ke depan, tidak ada lagi jamaah umrah yang dirugikan karena gagal berangkat. (Kun)

 

LEAVE A REPLY