Subsidi Dihentikan, Biaya Haji Jadi Lebih Mahal

0
163

Calon Haji IndiaHAJIUMRAHNEWS – Kita telah ketahui bersama bahwa pada Selasa, 16 Januari 2018, pemerintah India telah mencabut subsidi untuk biaya perjalanan ibadah haji. Kebijakan ini otomatis memberikan pengaruh pada biaya ibadah haji. Yang tadinya dibantu pemerintah, kini jamaah harus membayar penuh biaya perjalanan ibadah hajinya.

Dilansir dari Rising Kasmir pada Kamis (18/1), keputusan itu membuat para calon jamaah haji harus menanggung biaya tambahan.

Pejabat eksekutif J & K Komite Haji Syed Qamar Sajjad menjelaskan, imbas kebijakan itu mengharuskan calon jamaah harus membayar tarif penuh biaya penerbangan dan lainnya. Ia menjabarkan, subsidi membuat pemerintah membayar 45 persen biaya haji. Uang tersebut diberikan pemerintah India pada maskapai penerbangan. Sehingga, calon jamaah hanya membayar sekitar 66 ribu rupee.

“Tapi, sekarang jamaah harus membayar jumlah penuh ongkos penerbangan, yang kira-kira meningkat menjadi 50 ribu rupee,” kata Sajjad.

Sajjad mengatakan, tarif haji adalah 1 lakh 9 ribu (1 lakh = 100 ribu rupee) dari titik embarkasi Srinagar. Apabila, calon jamaah memilih berangkat dari Delhi maka biayanya sekitar 73 ribu sampai 74 ribu. Berdasarkan perhitungan biaya eskalasi, Sajjad beranggapan, lebih mudah bagi jamaah memilih Srinagar sebagai titik awal perjalanan.

Keputusan pemerintah tersebut diambil setelah Mahkamah Agung pada 2012 mengarahkan pemerintah untuk secara bertahap mengurangi dan menghapuskan subsidi haji dalam jangka waktu 10 tahun. Keputusan pemerintah membatalkan kebijakan subsidi haji memicu tanggapan beragam kalangan jamaah yang berkeinginan berhaji tahun ini.

Seorang pengusaha yang berniat pergi haji bersama ibunya, Shoiab Arshad beranggapan, kebijakan pemerintah mengecewakan umat Muslim. Dia paham, berhaji tidak diwajibkan bagi mereka yang tak mampu. Namun, dia beranggapan, setiap Muslim pasti ingin berangkat haji.

Ibu rumah tangga Shameema beranggapan, keputusan pemerintah sangat berdampak pada masyarakat kurang mampu. “Beberapa orang mungkin tidak sehat secara finansial untuk menanggung seluruh biaya sendiri,” ujarnya.

Namun, pihak lain beranggapan bahwa pencabutan subsidi ini baik untuk menghindari politisasi agama yang merugikan umat Islam.

Di sisi lain, Mohammad Gani (60 tahun) memandang, penghapusan kebijakan itu justru membuat calon jamaah dapat berhaji melalui jalur laut seperti nenek moyang. “Pembatalan kebijakan subsidi bisa mendongkrak pengangkutan air,” ujar dia.

Kita ketahui, mulai tahun ini (2018) jalur laut untuk memberangkatkan jamaah haji atau umrah ke tanah suci mulai dibuka kembali setelah bertahun-tahun ditutup. Dengan diberhentikannya subsidi jamaah haji oleh pemerintah, kemungkinan besar banyak jamaah yang mengalihkan perhatiannya ke jalur laut untuk pergi ke tanah suci. (Kun)

LEAVE A REPLY