Pemerintah India Akan Cabut Subsidi Jamaah Haji Bernilai Triliunan Secara Bertahap

0
93

_Dana subsidi haji akan digunakan untuk pendidikan anak dan perempuan dari masyarakat minoritas,_ katanya.HAJIUMRAHNEWS – Pemberian dana subsidi untuk jamaah haji di India sudah berlangsung sangat lama, sejak tahun 1954. Dana yang diberikan tak tanggung-tanggung, miliaran rupee. Pada tahun 2016, jumlahnya sekitar 75 juta dolar Amerika Serikat atau hampir Rp 1 triliun.

Angka tersebut menurun dari 2013 yang mencapai 100 juta dolar AS atau Rp 1,3 triliun. Subsidi diberikan melalui tarif penerbangan dan yang mendapatkan manfaatnya adalah maskapai penerbangan nasional, Air India.

“Air India yang mendapatkan subsidi itu,” kata Faizan Mustafa, cendekiawan Islam dan wakil rektor Universitas Hukum Nalsar.

Dengan adanya subsidi, tentu saja masyarakat miskin di India bisa berangkat haji dengan lebih ringan. Namun, mulai tahun ini subsidi tersebut dicabut oleh pemerintah India. Kebijakan ini merupakan hasil keputusan dari Mahkamah Agung yang telah mengarahkan pemerintah untuk secara bertahap mengurangi subsidi haji dan menghapusnya pada 2022.

Alasan dicabutnya subsidi, menurut versi pemerintah adalah karena agama tidak ingin digunakan untuk kepentingan politik. Menurut Partai Sayap Kanan India, Partai Rakyat India (Bharatiya Janata), partai pemerintah, lawan-lawannya di partai Kongres yang menyetujui subsidi haji pada era 1950-an mencoba meraih suara pengikut Muslim dengan memberi mereka dana hibah.

Hal ini juga diamini oleh Anggota Dewan Hukum All India Muslim, Kamal Faruqui bahwa subsidi haji juga kerap menjadi alat politik di India.

“Kami ingin mengelola urusan haji kami sendiri, pemerintah harus membantu kami,” ujarnya.

Menurut  Menteri Urusan Minoritas India, Mukhtar Abbas Naqvi, anggaran dana untuk Haji akan dipindahkan untuk menciptakan peluang ekonomi dan memberikan pendidikan bagi warga Muslim, yang berjumlah 14 persen dari total 1,25 miliar penduduk India.

“Dana subsidi haji akan digunakan untuk pendidikan anak dan perempuan dari masyarakat minoritas,” katanya.

Pertanyaannya: apakah kondisi ini akan berdampak pada antusiasme warga miskin India untuk pergi haji?

Menurut Faizan Mustafa, “Beberapa umat Islam yang miskin tidak bisa melakukan perjalanan haji sekarang. Tapi mereka masih bertekad untuk pergi.”

Sementara itu menurut Abbas, ada sekitar 175.000 Muslim India akan berangkat haji tahun ini. Dia menekankan bahwa antusiasme warga Muslim untuk berhaji tak terpengaruh oleh pencabutan dukungan dana dari pemerintah.

Bahkan, banyak kelompok Islam di India justru menyambut baik langkah tersebut (pencabutan subsidi).

“Ini sebenarnya tuntutan lama komunitas Islam di India,” kata Navaid Hamid, ketua kelompok All India Muslim.

Menurutnya, subsidi haji telah digunakan untuk mengecam komunitas Islam dan untuk menyebarkan kebohongan. (Kun)

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY